Home » BENGKULU » Antisipasi Tawuran, Giatkan Pesantren Kilat Tiap Bulan

Antisipasi Tawuran, Giatkan Pesantren Kilat Tiap Bulan

by Yasrizal

Kepala Sekolah SMA sederajat tingkat Kota Bengkulu hadiri rapat bersama Walikota dan Kadispendik di SMK Negeri 1 Kota Bengkulu, Kamis (23/01/2014)

Kepala Sekolah SMA sederajat tingkat Kota Bengkulu hadiri rapat bersama Walikota dan Kadispendik di SMK Negeri 1 Kota Bengkulu, Kamis (23/01/2014)

kupasbengkulu.com – Dalam rangka antisipasi tawuran dikalangan pelajar, Pemerintah bersama Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menggelar rapat di aula SMK Negeri 1 Kota Bengkulu, pada Kamis (23/01/2014).

Dipimpin langsung oleh Walikota H. Helmi Hasan, SE, rapat ini dihadiri seluruh kepala sekolah SMA sederajat di Kota Bengkulu.

“Rapat ini dalam rangka persiapan program pendidikan agama di lingkungan sekolah, guna pencegahan tawuran, dan meningkatkan keimanan para pelajar,” terang Helmi.

Dalam rapat ini, dibahas mengenai penambahan jam belajar agama di sekolah, salah satunya dengan mengadakan program pesantren kilat yang akan dilaksanakan sebulan sekali.

“Dalam program ini nantinya kita akan datangkan ustad-ustad terbaik yang ada di kota Bengkulu. Mahal tak masalah, yang penting apa yang disampaikan dapat diresapi para pelajar,” ujarnya lagi.

Disampaikan Helmi, masyarakat seringkali mengabaikan masalah keimanan. Padahal masalah tersebut merupakan cikal-bakal pembentukan karakter seseorang. Menurutnya, anak-anak diibaratkan seperti kanvas yang siap dilukis dan diberikan warna apa saja. Tergantung kita, sang pelukis itu sendiri.

“Kita tak bisa jalan masing-masing, harus ‘bergandengan tangan’. Sekolah berperan penting dalam hal ini untuk memberikan tauladan,” tambah Helmi.

Dalam kesempatan ini, Helmi mengutarakan kembali terkait sanksi tegas yang diberikan sekolah kepada siswa yang terlibat tawuran. Secara pribadi, Helmi tak sepakat kalau pelajar tersebut harus dikeluarkan dari sekolah.

“Saya bukan yang ahli di bidang pendidikan maupun agama. Tapi secara pribadi saya kurang sepakat kalau siswa tersebut harus dikeluarkan dari sekolah. Sebaiknya kita beri kesempatan lagi sambil diberikan pendalaman agama,” katanya lagi.

Hj. Nismah, M.Pd, Kepsek SMA Plus Negeri 7 yang juga hadir dalam rapat tersebut menyambut baik usulan walikota. Namun menurutnya jangan hanya pendidikan agama saja, perlu diperkuat juga dengan pendidikan karakter.

“Kami sudah menjalin kerjasama dengan Lanal Bengkulu untuk pendidikan karakter. Hal ini penting agar kejadian tawuran seperti kemarin tidak terulang kembali. Tentunya perlu dukungan dari pemerintah dan masyarakat,” saran Nismah.

Ditambahkan Syaripin Efendi, S.Pd., Kepsek SMK.N. 5 Kota Bengkulu, untuk mempercepat program ini hendaknya setiap guru agama se-Kota Bengkulu dikumpulkan agar dapat segera direalisasikan.

“Sebaiknya guru agama masing-masing sekolah segera buat agenda pertemuan untuk membicarakan program ini,” demikian Syaripin.(val)

You may also like

Leave a Comment