Home » BENGKULU » Barongsai, Kisah Raksasa Nian dan Warna Merah

Barongsai, Kisah Raksasa Nian dan Warna Merah

by Firdaus Eka

Barongsai ramaikan perayaan Tahun Baru Imlek 2565 di halaman gereja Khatolik ST Yohanes

Barongsai ramaikan perayaan Tahun Baru Imlek 2565 di halaman gereja Khatolik ST Yohanes

kupasbengkulu.com – Satu lagi yang tak pernah ketinggalan dari perayaan Tahun Baru Imlek, yakni kesenian Barongsai. Kesenian Barongsai sudah terkenal sejak dahulu kala karena memiliki cerita tersendiri.

Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno, Tahun Baru Imlek dirayakan ketika masyarakat Cina berhasil melawan raksasa bernama Nian. Makhluk ini muncul pada hari tahun
baru dan memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian, bahkan penduduk.

Untuk selamat dari petaka Nian, masyarakat Cina menaruh sejumlah makanan di depan pintu rumah mereka. Masyarakat percaya jika Nian telah mengambil makanan tersebut, maka Nian tidak akan lagi menyerang warga.

Suatu ketika, seorang penduduk menyaksikan Nian ketakutan dan lari tunggang langgang saat melihat anak kecil mengenakan baju berwarna merah. Dari kejadian itu, akhirnya masyarakat tahu bahwa Nian takut dengan warna merah.

Kini legenda tersebut hadir dalam bentuk kesenian Barongsai. Di Kota Bengkulu sendiri, masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Thionghoa Bengkulu meramaikan perayaan Tahun Baru Imlek dengan menampilkan kesenian Barongsai.

“Kesenian Barongsai di Bengkulu ini telah terbentuk sejak tahun 70-an. Namun beberapa tahun sempat vakum. Kurang lebih 5 tahun terakhir kami bangkitkan kembali,” ujar Ko Lai Seng, pelatih Barongsai Bengkulu, saat ditemui di halaman Gereja Khatolik ST. Yohanes, Jumat (31/01/2014).

Disebutkan Lai Seng, sekitar 20 personil dikerahkan setiap Tahun Baru Imlek tiba. Mereka tak terlalu mematok tarif tinggi, karena tujuan awalnya adalah menghibur masyarakat.

“Kalau soal tarif, kami tak terlalu minta mahal-mahal. Nominalnya di angka 2 jutaan sekali tampil,” kata Lai Seng lagi.

Dalam sekali perayaan Tahun Baru Imlek, grup Barongsai ini biasa tampil 5 sampai 7 kali.

“Tak menentu, tergantung undangan,” tegasnya.

Salah satu keluarga keturunan Thionghoa, yakni keluarga Acin ‘Sinar Selatan’ mengaku setiap perayaan Tahun Baru Imlek, keluarganya selalu mengundang kelompok Barongsai untuk tampil di halaman rumahnya. Selain untuk meramaikan dan menghibur masyarakat sekitar, keluarga mereka percaya Barongsai dapat mendatangkan rezeki.

“Setiap Tahun Baru Imlek, memang selalu mengundang Barongsai karena dalam permainan Barongsai kan mereka mengambil angpao sambil mencium-cium bagian rumah kami. Dalam kepercayaan Thionghoa, hal itu mendatangkan rezeki,” demikian Acin.

Hari ini, Barongsai juga tampil di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu.(val)

You may also like

Leave a Comment