Home » BENGKULU » Berkah Imlek, Lewat Kue Keranjang

Berkah Imlek, Lewat Kue Keranjang

by Yasrizal

Sriyanti dan putranya satu-satunya pembuat kue keranjang di Kota Bengkulu, meraih rejeki berkat Imlek.

Sriyanti dan putranya satu-satunya pembuat kue keranjang di Kota Bengkulu, meraih rejeki berkat Imlek.

kupasbengkulu.com – Sepekan sebelum perayaan Hari Raya Imlek, masyarakat Thionghoa tampak sibuk mempersiapkan datangnya hari penting itu. Berbagai perlengkapan khas Imlek diburu, mulai dari pakaian, pernak-pernik, hingga makanan.

Momen yang hanya datang satu tahun sekali ini dimanfaatkan Sriyanti (50), ibu rumah tangga yang juga keturunan Thionghoa. Bersama keluarganya, ia mengembangkan bisnis pembuatan kue keranjang, kue khas Hari Raya Imlek.

“Di Bengkulu ini belum ada yang mengembangkan bisnis kue keranjang, hanya saya sendiri. Biasanya kue keranjang didatangkan dari luar kota,” ujar Sriyanti, Sabtu (25/01/2014).

Dibantu keluarganya, sudah 20 tahun lebih Sriyanti mengembangkan bisnis ini. Bahan yang digunakan pun cukup mudah didapat, seperti beras ketan dan gula pasir. Hanya saja proses pembuatannya yang sedikit melelahkan dan butuh waktu yang lama.

“Untuk membuat kue keranjang ini diperlukan waktu 10 jam. Adonan harus terus diaduk sebelum akhirnya dikukus. Setelah itu didiamkan selama 3 hari agar mengeras,” tambah Sriyanti.

Sriyanti mengaku usaha ini dijalankan turun-menurun dari kakek buyutnya dulu. Ia membuat kue ini khusus untuk menyambut Hari Raya Imlek saja. Dalam sekali perayaan Imlek, tak kurang dari 400 loyang kue keranjang berhasil ia jual.

“Kue keranjang ini nantinya akan dititipkan ke toko-toko dengan harga Rp 22.000 per loyang. Kalau dari toko ke konsumen biasanya menjual Rp 25.000 per loyang,” katanya lagi.

Hingga saat ini, Sriyanti dan keluarganya menggunakan rumah pribadi mereka untuk proses pembuatan kue keranjang, yakni di Jalan M. Hasan No.32 RT.01 RW.01 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

“Kami produksi kue keranjang di rumah kami sendiri, karena buatnya hanya setahun sekali, jadi tak perlu ada lahan khusus. Kami bersyukur Imlek selalu mendatangkan berkah,” demikian Sriyanti.(val)

You may also like

Leave a Comment