Home » BENGKULU » Berkurung Dalam Kost, Mahasiswa Asal Mukomuko Digerebek

Berkurung Dalam Kost, Mahasiswa Asal Mukomuko Digerebek

by Firdaus Eka

DSC_0532

GEREBEK : Kedua mahasiwa asal Kabupaten Mukomuko digerebek warga Hibrida Ujung Kota Bengkulu, Rabu (1/1/2014).

kupasbengkulu.com – Hd (19) dan Sa (19) muda-mudi yang berasal dari Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Rabu (1/1/2014), sekitar pukul 19.01 WIB di gerebek warga Hibrida Ujung Gang Tirta Dewa 4 RT 10 RW 02 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Kedua juga tercatat  sebagai mahasiswa semester satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Bengkulu. Mereka diduga berbuat mesum dan acap kali berkurung dalam kamar kost milik, Cik Pia (50) warga setempat.

Saat digiring ke rumah ketua RT 10, Ujang Selamat. Keduanya hanya menundukkan kepala atas perbuatan yang telah diperbuatnya. Akibat ulah senonoh tersebut, pasangan ini mesti menandatangani surat perjanjian dengan materi 6.000 serta bersedia untuk pindah dari kostan.

”Mereka berdua ini sudah acap kali berkurungan dalam kamar kost. Entah apa yang diperbuatnya kami tidak tahu. Teguran dari pemilik kost pun sudah sering namun itu tidak didengarkan keduanya, makanya kami gerebek saja mereka,” kata Kepala Keamanan RT 10 Hibrida Ujung, Redian, Rabu (1/1/2014) malam.

Data yang terhimpun di lapangan, sebelum digerebek Hd dan Sa beserta teman Sa, Sm (19) jalan-jalan sore ke salah satu obyek wisata di Kota Bengkulu. Setelah beberapa lama berjalan, Hd dan Sa beserta temannya Sm mengantar pulang ke kostan Sa dan Sm di Hibrida Ujung.

Setelah tiba di kostan, Hd, Sa dan Sm menuntup pintu kost yang dihuni oleh Sa dan Sn. Melihat gerak gerik ketiganya, warga setempat menaruh curiga atas perbuatan mereka. Tak lama berselang, belasan warga setempat langsung menggedor pintu kost milik Sa dan Sm tersebut.

Saat itu Sa dan Sm belum langsung membuka pintu kost. Berselang beberapa menit baru pintu di buka oleh Sm. Saat digerebek, Hd tengah berada di dalam kamar mandi untuk mencuci muka dengan berpakaian lengkap, sementara Sa dan Sn tengah berada di ruang tamu tengah bermain Laptop. Tak ingin menjadi bulan-bulan warga, ketiganya langsung digiring ke rumah ketua RT setempat, untuk dimintai keterangan terkait perbuatannya di kostan tersebut.

Ketua RT 10, Ujang Selamat mengatakan, jika Hd sudah beberapa kali diberikan teguran untuk tidak main-main dalam kamar kost pacarnya, Sa. Namun, kata Ujang, teguran tersebut sepertinya tidak sama sekali didengarkan. Selain itu, kata Ujang, keduanya tidak ada dikenakan sanksi adat, sebab saat digerebek masih dalam keadaan berpakaian lengkap. Namun, Sa mesti keluar dari kostan Cik Pia dan menandatangi surat perjanjian atas diperbuatnya.

”yang laki-laki (Hd,red) itu sudah diperingatkan sama ibuk kostnya (Cik Pia) jangan terlalu malam main ke kostan pacarnya. Apa lagi sampai meninap. Warga sini sudah geram milihat ulah keduanya, lantaran salah satu warga sempat melihat jika laki-laki itu pernah menginap di kostan Sa, makanya warga tadi langsung gerebek saja kamar kost Sa,” cerita Ujang.

Secara terpisah, teman Sa, Sm membantah, jika Sa dan Hd saat berada di dalam kamar kost tengah berbuat mesum. Sebab, saat didatangi warga Hd tengah berada di kamar mandi dan Sa tengah berada diruang tamu bermain Laptop miliknya.

”Saat digerebek, kami berdua (Sa dan Sm) di ruang tamu lagi main Laptop. Sementara Hd berada di kamar mandi untuk cuci muka. Sebab, kami bertiga baru pulang dari jalan-jalan sore, Hd itu numpang cuci muka saja,” demikian Sm.(gie)

You may also like

Leave a Comment