Home » SUARA MASYARAKAT » BPDAS Tuding PLTA Musi Tak Peduli Kondisi Sungai

BPDAS Tuding PLTA Musi Tak Peduli Kondisi Sungai

by Firdaus Eka

kupasbengkulu.com – Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun, Sumarsono, menuding Manajemen Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi di Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu tak peduli tehadap kondisi Sungai Musi padahal debit air mengalami penurunan sejak beroperasi.

Hal ini ia sampaikan disela-sela peringatan hari menanam pohon Indonesia dan HUT Perkebunan di Desa Taba Padang, Kamis (12/12/2013).

“Turunnya debit air Sungai Musi itu akibat aktifitas PLTA dan kerusakan hutan yang parah. Oleh karena itu, sudah seharusnya manajemen PLTA membantu menjaga kelestarian kawasan hutan, terutama yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS),” kata Sumarsono.

Dia juga menyinggung sebagai bentuk tanggungjawab sosial PLTA musi selayaknya menyisihkan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2012 tentang CSR untuk melestarikan kawasan hutan.

“Saya dengar PLTA itu punya dana CSR yang besar dan pernah direalisasikan untuk masyarakat di sekitar. Nah, untuk kedepan seharusnya juga digunakan memperbaiki kawasan hutan yang rusak di sekitar itu,” terang dia.

Menurut Sumarsono, PLTA Musi juga harus mewaspadai penurunan debit air Sungai Musi karena operasi PLTA itu akan terhenti jika penurunan debit air mencapai batas tertentu. “Kalau debit air tak memungkinkan lagi, tentu otomatis operasional PLTA bisa saja terhenti.

Penurunan debit air Sungai Musi tak hanya dikeluhkan oleh warga sepanjang Sungai Musi di Kabupaten Kepahiang, namun masyarakat yang berada di aliran Sungai Musi dan masuk kawasan Provinsi Sumatera Selatan juga merasakannya.

“Yang bergantung pada aliran Musi ini cukup banyak, bukan hanya warga di sekitar aliran Musi, namun juga tanaman dan ekosistem di sepanjangan aliran sungai itu pun banyak yang bergantung dengan debit airnya,” demikian Sumarsono.(dek)

You may also like

Leave a Comment