Home » Budaya “Mainang Sayang” Kaur Wajib Dilestarikan

Budaya “Mainang Sayang” Kaur Wajib Dilestarikan

by Yasrizal

kupasbengkulu.com – Budaya Mainang sayang merupakan budaya asli Kabupaten Kaur. Mainang sayang adalah suatu hiburan tradisional yaitu tari-tarian dan diiringi nyanyian daerah atau berbalas pantun dengan menggunakan alat musik tradisional dinamakan dengan gendang.

Gendang terbuat dari kayu yang dibuat lingkaran kemudian ditutup satu sisinya dengan kulit kambing dan sisi lainnya dibiarkan terbuka.

Salah satu pemilik group mainang yaitu Warda (48) warga Desa Pahlawan Ratu mengatakan saat ini hiburan tradisional yang merupakan suatu budaya daerah itu sudah hampir terlupakan.

“Saat ini tidak ada lagi yang melestarikan seperti dahulu, setiap orang mengadakan pesta pernikahan itu pasti ada mainang sayang. Kalau hiburan organnya siang itu biasanya mainang sayang itu pada malam harinya. Kalau sekarang sudah tidak ada lagi yang seperti itu,” ujar Warda Minggu (16/3/2014).

Mainangan termasuk ciri khas suatu daerah di Kabupaten Kaur.
Untuk anggota mainang itu paling sedikit 25 orang.

“Pada tahun 2014 ini saya bersama teman-teman akan mendirikan kembali mainangan ini. Untuk anggota itu akan diambil dari anak muda. Dan saat ini sudah banyak mau masuk anggota, tapi kita akan memilih yang punya kemampuan kira-kira cepat dan pintar dalam belajar nanti,” ujarnya menutup pembicaraan.(mty)

Leave a Comment