oleh

Gubernur Bengkulu Tegur Pejabat Suka ‘Joget’

unnamed1
Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd menegur pejabat di lingkungan Sekretariat Provinsi (Setdaprov) Bengkulu yang diketahui hoby ‘jalan-jalan’ keluar kota, berkedok perjalanan dinas atau Dinas Luar (DL). Sementara, kalangan pejabat tersebut hanya nongkrong di cafe untuk ‘joget’. Terkait hal tersebut, agar pejabat di Setdaprov Bengkulu dapat mengurangi pengeluaran anggaran daerah untuk hal-hal tidak penting.

”Saya sudah tahu kalau pejabat yang tiap akhir pekan ke Jakarta. Saat di Jakarta kerjanya nongkrong di kafe,” kata Junaidi, pada kata sambutan mutasi pejabat eselon II dan III di lingkungan Setdaprov Bengkulu, Jumat (20/12/2013)

Junaidi menegaskan, dirinya akan menangkap basah para pejabat yang diduga suka jalan-jalan, serta nongkrong ke kafe berkedok DL.  Ia meminta, pejabat agar menjaga integritasnya, dengan bekerja secara baik. Karena amanah yang diberikan tunjangannya berasal dari rakyat.

”Siap-siap saja, saya akan sidak bersama media,” tegas Junaidi.

Ia menambahkan, perlu disadari jika APBD Bengkulu kecil. Sehingga anggaran yang ada sebaiknya dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat. Bukan untuk keperluan pribadi yang melukai rakyat.

”Tunjangan sudah ada, kalau merasa kurang banyak bersyukur saja dengan apa yang ada saat ini,” tambah Junaidi.

Disisi lain, Junaidi sempat menyemprot, beberapa pejabat di lingkungan Setdaprov yang kinerjanya kurang baik dan beberapa kasus dugaan korupsi yang sedang dihadapi.

Kekesalan Junaidi, menyinggung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dianggap gagal melaksanakan perayaan tabot, karena amburadul dan terlalu sederhana. Kepala dinas Perkebunan diduga bermasalah untuk proyek pengadaan bibit, karena dinilai ada kerugian negara.

”di Dinas Peternakan, sekarang mulai di periksa Polres pengadaan sapi dan kambing, Dinas Kelautan dan Perikanan kasus dugaan pabrik es di Mukomuko, di Dinas Pendidikan Nasional tersangkut kasus dugaan mebeuler dan Metode Iqro. Ini dapat dijadikan acuan untuk evaluasi,” tegur Junaidi.

Sementara itu, salah seorang pejabat yang mutasi pada ‘jumat keramat’ Drs. Rusdi, M.Pd yang sebelumnya menjabat Kakan Satpol PP dipercaya menjadi Kadis Pendidikan Nasional mengatakan, dirinya akan melanjutkan semua pekerjaan pejabat sebelumnya.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed