oleh

HELMI-LINDA, Pejuang Masa Kini (Bagian 2)

Melalui Program Bengkulu Ku Menyala, Pasangan Helmi-Linda meminimalisir pemdaman lampu di Kota Bengkulu. (Foto: Ist)
Melalui Program Bengkulu Ku Menyala, Pasangan Helmi-Linda meminimalisir pemdaman lampu di Kota Bengkulu. (Foto: Ist)

kupasbengkulu.com – Perjuangan tak harus dengan tongkat dan bambu runcing. Helmi-Linda membuktikan itu sejak menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu.

Belum cukup sampai disitu, perjuangan Helmi-Linda untuk menjadikan Kota Bengkulu lebih baik ditunjukkan dengan keberanian mereka menyediakan 50 ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Awalnya langkah ini dianggap mustahil untuk mengurangi  jumlah pengangguran di Kota Bengkulu.

Tak disangka mission immposible ini perlahan terbukti manjur. Melalui program Samisake, ribuan lapangan pekerjaanpun mulai terbuka, dan ekonomi kerakyatan kembali bergeliat.

Luncuran pertama dana Samisake bekerjasama dengan PNPM perkotaan senilai Rp 3 M. Terdata sebanyak 2600 warga yang dapat menikmati manfaat APBD untuk rakyat. Jika diasumsikan sebanyak Rp 67 M digelontorkan selama satu masa periode Helmi-Linda, maka ada 63.000 warga yang bisa meningkatan taraf hidupnya melalui kegiatan perekonomian.

Prediksi luncuran Samisake selama 1 Periode Kepemimpinan Helmi-Linda :
– Tahun I    : Samisake Rp 3 M,  penerima 2.600 Jiwa
– Tahun II  : Samisake Rp 19 M, penerima 18.000 Jiwa
– Tahun III: Samisake Rp 19 M, penerima 18.00 Jiwa
– Tahun IV : Samisake Rp 19 M, penerima 18.000 Jiwa
– Tahun V   : Samisake Rp 7 M,   penerima 6.500 jiwa

Disamping itu, permasalahan lampu di Kota Bengkulu pun tak luput dari perhatian Helmi-Linda. Laporan lampu yang byar-pet dari warga kota Bengkulu terus bermunculan. Bahkan Walikota langsung turun tangan melakukan inspeksi di sejumlah titik penerangan di kota Bengkulu.

Terdapat lebih dari 3.000 lampu yang tak menyala. Walikota pun melakukan kerjasama dengan Dinas ESDM serta PLN cabang Bengkulu.  Secara resmi, Walikota melaunching program ‘Bengkulu ku Menyala’. Perbaikan lampu dan stabilisasi listrik pun dilakukan. Hasilnya pemadaman listrik di kota Bengkulu diminimalisir.

Kemudian Walikota pun bekerjasama dengan  Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, PLN cabang Bengkulu dan Pemkot Bengkulu. Dengan mengusung program Bengkulu ku Menyala, sebanyak 429 KK yang kurang mampu dikota Bengkulu menikmati listrik gratis.

Pada tahap pertama, program ini telah dilaksanakan di 9 kecamatan di Kota Bengkulu, antara lain 6 KK di Kecamatan Ratu Agung, 10 KK di Kecamatan Teluk Segara, 39 KK di Kecamatan Ratu samban, 54 KK Kecamatan Singaran Pati, 56 KK di Kecamatan Sungai Serut, 135 KK di Kampung Melayu, 111 KK di Kecamatan Selebar, dan 9 KK di Muara Bangkahulu.

Merasa belum puas, Helmi-Linda turut melancarkan program di segi kesehatan. Dengan jumlah penduduk kota yang mencapai 412.467 jiwa, jelas bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas. Terobosan yang dilakukan pun seperti meningkatkan dana Jamkeskot menjadi Rp 2 M pertahun ditambah dengan pelayanan Jamkesmas dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Kemudian meluncurkan program “Jemput Sakit Pulang Sehat”. Dengan program tersebut 480 warga dalam satu bulan dilayani sepanjang tahun 2013. Sungguh cukup efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kota Bengkulu.  Selain ditunjang dengan mobil Jemput Sakit Pulang Sehat, Puskesmas se-kota Bengkulu menjalankan program serupa.

Puncaknya, program kesehatan tersebut diapresiasi oleh Presiden RI melalui Kementrian Kesehatan RI. Piala Swasti Saba Padapa pada bulan November 2013 bukti program kesehatan Kota Bengkulu dilirik secara nasional.

Pada tahun 2014 ini, Helmi-Linda juga berkeinginan mendirikan rumah sakit Kota Bengkulu. (Bersambung..) (val/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed