Home » BENGKULU » HUT HNSI ke-41, Ratusan Nelayan Ikuti Lomba Dayung Sampan

HUT HNSI ke-41, Ratusan Nelayan Ikuti Lomba Dayung Sampan

by Firdaus Eka

Lomba dayung sampan dalam rangka HUT HNSI ke-41, Sabtu (08/03/2014) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Lomba dayung sampan dalam rangka HUT HNSI ke-41, Sabtu (08/03/2014) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Sebanyak ratusan peserta mengikuti lomba dayung sampan tradisional berkumpul di TPI Pulau Baai, Kelurahan Sumber Jaya, dalam rangka memperingati HUT HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Bengkulu ke-41, Sabtu (08/03/2014).

Perlombaan dayung sampan ini merupakan yang pertama kali dilakukan, dan dibuka langsung oleh Wawali Ir. Patriana Sosialinda. Perlombaan ini awalnya diikuti nelayan se-Kota Bengkulu yang terdiri dari 21 rukun nelayan, namun melihat antusias yang luar biasa, rukun nelayan Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara juga ikut terlibat.

“Meskipun HNSI sudah berumur 41 tahun, namun perlombaan dayung sampan tradisional baru pertama kali dilakukan. Rencananya ini akan dijadikan sebagai event tahunan sehingga bisa terlihat bibit-bibit baru yang bisa dibawa ke tingkat nasional dan mengharumkan nama Bengkulu,” ujar Iswandi Ruslan, Ketua DPC HNSI Kota Bengkulu.

Tidak hanya itu, menurut Iswandi, perlombaan dayung tradisional ini dinilai sangat cocok dijadikan sebagai objek wisata bahari. Perlombaan ini juga merupakan ajang mempererat tali silaturahmi dan solidaritas diantara para nelayan.

“Perlombaan ini akan dilaksanakan selama dua hari, tanggal 8-9 Maret 2014. Hari ini penyisihan dan besok babak final. Untuk pemenang pertama akan mendapatkan hadiah berupa piala bergilir, piala tetap dan uang pembinaan Rp 4 juta. Sedangkan pemenang kedua mendapatkan piala tetap dan uang Rp 3 juta. Juara ketiga mendapatkan piala tetap dan uang Rp 2 juta. Juara harapan satu uang Rp 1,5 juta dan harapan kedua Rp 1 juta,” lanjut Iswandi.

Iswandi menambahkan, melalui HUT HNSI ke-41 ini, dapat menunjukkan ke pemerintah kota maupun provinsi bahwa HNSI Bengkulu yang selama ini dianggap vakum semakin diakui keberadaannya.

“Dengan adanya kegiatan ini ada program dari pemerintah untuk memperhatikan nelayan yang ada di Kota Bengkulu. Harapannya bantuan yang diberikan ke para nelayan diberikan tepat sasaran sesuai kebutuhan nelayan, karena setiap rukun nelayan tidak akan sama kebutuhannya,” harap Iswandi. (val/yee)

You may also like

Leave a Comment