Home » BENGKULU » Kualitas Air PDAM Kota Bengkulu Menurun

Kualitas Air PDAM Kota Bengkulu Menurun

by Firdaus Eka

Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sidak ke PDAM

Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sidak ke PDAM

kupasbengkulu.com – Keluhan masyarakat terhadap kualitas air yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bengkulu, PT.Tirta Dharma kian memburuk kadang keruh dan bercampur tanah.

Hal tersebut diungkapkan anggota dewan dari Komisi III DPRD Kota Bengkulu dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Instalasi Pengolahan Air PDAM di Kelurahan Surabaya tadi pagi, Rabu (26/3/2014).

Penurunan kualitas air ini pun diakui Dirut PDAM PT. Tirta Dharma, H. Sjobirin Hasan, SE, MBA. Sjobirin berjanji pihaknya akan membenahi layanan tersebut semaksimal mungkin.

“Kami berupaya maksimal agar kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan menjadi layak konsumsi, PDAM pun terus berbenah untuk mencapai itu,” ujar Sjobirin.

Menyikapi tingginya biaya untuk memperbaiki instalasi air termasuk pipa saluran air, ia menegaskan hal tersebut adalah konsekwensi yang harus ditanggung oleh PDAM. Upaya peningkatan kualitas air dengan penjernihan seperti pengendapan, memberikan tawas maupun kaporit.

“Pemberian tawas dan kaporit sangat membantu penjernihan air, namun memang pada saat tertentu air yang kami distribusikan masih keruh itu karena kendala teknis. Jika terjadi demikian, kami mohon pengertian masyarakat dan yang terpenting sebelum digunakan air tersebut sebaiknya diendapkan terlebih dahulu,” terangnya.

Sjobirin juga menyinggung air baku yang telah terkontaminasi limbah industri. Limbah industri tersebut sangat mempengaruhi, dengan skala tingkat kekeruhan air mencapai 5000 karena itu pengolahan air menjadi lebih sulit. Karenanya, pihak PDAM meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Pemerintah Kota untuk mengimbau dan melakukan pengawasan terhadap pelaku industri, agar tidak membuang limbah ke sungai.

“Beberapa tahun lalu pengolahan air PDAM memang tidak maksimal, itulah yang kami benahi. Proses pembenahan ini tidak mudah, butuh waktu dan tahapan yang panjang,” pungkas Sjobirin.(beb)

You may also like

Leave a Comment