Home » BENGKULU » Pedagang Tuding Samisake Hanya ‘Kedok’ Wali Kota

Pedagang Tuding Samisake Hanya ‘Kedok’ Wali Kota

by Yasrizal

 

Ribuan Pedagang berunjuk rasa

Ribuan Pedagang berunjuk rasa

kupasbengkulu.com – Dalam demo para pedagang yang digelar Senin (10/03/2014) di samping Kantor Wali Kota Bengkulu, pedagang menuding Program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) yang digadang-gadang pemerintah setempat hanya ‘kedok’ untuk mengalihkan perhatian pedagang untuk turut pada aturan pemerintah.

Hal ini seperti diungkapkan Atun, pedagang Pasar Minggu sekaligus anggota Komisi Perempuan Indonesia (KPI) yang ikut serta dalam aksi tersebut.

“Samisake tidak ada manfaatnya bagi kami. Untuk apa masyarakat diberikan pinjaman untuk berdagang, sedangkan setelah itu pedagang digusur Satpol PP. Menurut kami ini hanya taktik wali kota agar pedagang melembut,” ujar Atun.

“Kami khawatir kalau kami ikut Samisake, nanti kalau gagal malah kami dicari-cari untuk bayar,” lanjutnya.

Sementara, para pedagang kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Walikota. Helmi Hasan dijadwalkan sedang menghadiri acara di Kelurahan Sumber Jaya.

Selain itu ditambahkan Atun, program Walikota yang lainnya juga tidak ada yang masuk akal. Walikota tak perlu susah-susah mengeluarkan anggaran untuk salat berhadiah. Menurutnya dana tersebut lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat, terlebih pedagang yang semakin menderita.

“Walikota melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Mempermalukan Bengkulu, sekarang seluruh Indonesia tahu bahwa masyarakat Bengkulu perlu disogok hadiah dulu baru mau salat,” demikian Atun

Sementara itu gabungan ribuan pedagang dari Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Barukoto yang melakukan aksi demo, Senin (10/03/2014) mengancam akan melakukan mogok dagang hingga tuntutan mereka dikabulkan oleh Walikota Bengkulu.

Dalam aksi demo ini ada beberapa poin yang menjadi tuntutan pedagang, antara lain tolak Perda Nomor 07 tahun 2013, bebaskan pedagang dari tindakan intimidasi, premanisme, baik ancaman fisik maupun nonfisik, berikan jaminan kepastian dalam berusaha, dan berikan fasilitas yang memadai bagi pedagang.

“Pedagang akan terus melakukan mogok hingga tuntutan ini dikabulkan. Kami tidak peduli kalau harus rugi seminggu lebih, daripada harus rugi selama lima tahun pemerintahan Helmi Hasan,” ujar Fauzan, anggota Satgas Pasar Minggu.

Selain itu ditambahkan Fauzan, para pedagang sudah bersepakat untuk tidak memilih caleg incumben dalam pemilu mendatang. Bahkan jika tuntutan tak juga dikabulkan, maka akan para pedagang akan melakukan golput.

“Kami sudah kecewa dengan anggota dewan yang tidak berjuang untuk rakyat. Kami tidak akan memilih lagi. Kalau tuntutan ini tidak dikabulkan, kami akan kerahkan massa yang lebih banyak lagi untuk melakukan aksi dan menurunkan Walikota,” pungkasnya.

Hasil pertemuan antara perwakilan pedagang dan Pemerintah Kota Bengkulu disepakati jika dalam beberapa hari kedepan, pemerintah akan memanggil perwakilan pedagang guna membahas tuntutan pedagang dengan wali kota.(val)

You may also like

Leave a Comment