Home » HUKUM DAN PERISTIWA » Pelaku Perampokan di Lembak 50 Persen Anak-anak

Pelaku Perampokan di Lembak 50 Persen Anak-anak

by Firdaus Eka

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Edi Suroso, SH.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Edi Suroso, SH.

kupasbengkulu.com- Jajaran Polres Rejang Lebong (RL) tampaknya cukup geram dengan ulah komplotan perampok spesialis di jalan lintas Curup – Lubuk Linggau. Dari informasi yang diperoleh, siang dan malam saat ini seluruh personel Intelijen dan Reskrim dikerahkan dalam rangka penyelidikan pengungkapan identitas para pelaku perampokan. Alhasil, Polres RL telah mengantongi 45 nama perampok yang diduga kerap beraksi di kawasan itu.

Kapolres RL, AKBP. Edi Suroso, SH, mengatakan, sejumlah nama tersebut merupakan komplotan perampok yang beraksi dengan berbagai modus. Seperti diketahui belakangan ini aksi perampokan dilakukan dengan beberapa modus operandi, salah satunya ranjau paku.

“Mereka yang teridentifikasi itu semuanya pemain lama. Mereka adalah orang asli wilayah setempat. Pelaku yang merampok motor atau merampok mobil menggunakan ranjau paku adalah sama. Kini mereka beraksi sesuai situasi dengan memantau korban yang lalai,” beber Edi, Selasa (21/01/2014).

Ironisnya, ungkap Edi, sebagian besar dari nama yang teridentifikasi tersebut masih tergolong remaja dan anak-anak. Rata-rata diantara mereka berusia 14-22 tahun. Jika dipresentasikan, jumlah pelakunya anak-anak mencapai 50 persen.

“Kita sebenarnya juga tidak percaya. Tapi itulah kenyataannya hasil lidik. Sekarang mereka bisa bersantai di rumah. Ketika suntuk, mereka keluar lalu berkumpul dan merampok. Orang tuanya, ada juga yang sebagian terlibat. Tapi ada juga yang memang tidak sadar dengan kelakuan anaknya,” ujar Edi.

Saat ditanya, apa tindakan kepolisian? Edi menegaskan perlu cara yang tepat untuk menangkap para pelaku kejahatan ini. Diakuinya, penanganan kejahatan di kawasan Lembak perlu cara khusus agar tidak menimbulkan trauma di tengah masyarakat.

“Untuk mengambil tindakan, kami tidak boleh gegabah. Harus dicari cara yang paling tepat. Seiring waktu, kami terus melakukan penyelidikan perkembangan komplotan ini. Bila kita salah mengambil tindakan, hasilnya akan semakin runyam. Seperti kita ketahui, kesadaran masyarakat untuk menegakkan hukum di daerah itu sangat kecil. Mereka menilai tindakan kepolisian untuk menegakkan hukum di kawasan itu merupakan tindakan kejahatan. Itulah masalahnya saat ini,” ungkapnya. (one)

You may also like

Leave a Comment