oleh

Pengumuman Hasil Tes Honorer K2 Diprediksi Tertunda

Pengumuman hasil tes honorer K2 di Provinsi Bengkulu, diprediksi tidak sesuai rencana sebelumnya.
Pengumuman hasil tes honorer K2 di Provinsi Bengkulu, diprediksi tidak sesuai rencana sebelumnya.

kupasbengkulu.com- Jika sebelumnya, pengumuman hasil nilai tes honorer Kategori 2 (K2) dengan peserta sebanyak 2.409 se-Provinsi Bengkulu akan diumumkan 27 Januari 2014 mendatang. Namun, diprediksi pengumuman tersebut bakal batal. Pasalnya, masih adanya persoalan di wilayah Indonesia Timur yang menginginkan seluruh honorer K2 berasal dari penduduk asli 100 persen.

Sementara, dari Kementerian PAN-RB menginginkan 80 persen dari penduduk asli dan 20 persen dari penduduk luar. Dampaknya,  pengumuman hasil Honorer K2 di Provinsi Bengkulu diperkirakan tertunda. Pengumuman sendiri, diprediksi akan diumumkan kisaran tanggal 1 – 2 Februari mendatang.

”Saat ini masih ada kendala di wilayah Indonesia Timur, yang mana wilayah itu menginginkan honorer yang lulus seluruhnya dari penduduk asli. Tapi, dari KemenPAN-RB menginginkan 80 persen dari penduduk asli dan 20 persen dari penduduk luar. Dan itu masih dibahas di tingkat pusat,” kata Analis Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Majulo, SE, Kamis (23/1/2014).

Ia menambahkan, untuk peserta tes Honorer K2 di Provinsi Bengkulu, sebanyak 2.409 peserta. Dari jumlah tersebut, didominasi oleh tenaga pengajar. Adapun, rincian peserta honorer K2, yakni di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sebanyak 17 peserta, Kota Bengkulu sebanyak 287 peserta.

Untuk di  Kabupaten Mukomuko sebanyak 389, Kaur sebanyak 410 peserta, Bengkulu Selatan sebanyak 393 peserta, Bengkulu Utara sebanyak 287 peserta, Kepahiang 109 peserta, Bengkulu Tengah 138 peserta, Rejang Lebong 242 peserta dan Kabupaten Lebong sebanyak 137 peserta.

Dari kabupaten dan kota tersebut, di Provinsi Bengkulu hanya Kabupaten Seluma yang tak mengusulkan untuk tes honorer.

”Kabar terakhir yang kita terima pengumuman hasil tes akan dilakukan awal Februari nanti. Itu pun jika persoalan yang terjadi di wilayah Indonesia Timur sudah selesai,” demikian Majulo.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed