oleh

Ratusan Pelita Menyala Sambut Imlek, Simbol Harmonisasi

Liam Kheng (sembahyang) penyalaan ratusan pelita sambut imlek
Liam Kheng (sembahyang) penyalaan ratusan pelita sambut imlek

kupasbengkulu.com – Sehari jelang puncak perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina 2565/2014, tadi pagi puluhan jemaah Vihara Budhayana Kota Bengkulu yang merupakan keturunan Tionghoa, mengikuti Liam Kheng (sembahyang) penyalaan ratusan pelita (lampu sumbu). Maha Puja tersebut dilaksanakan pukul 07.00-08.00 WIB, Kamis (30/1/204).

Menurut pendeta Vihara Budyana, Romo Tan Sun Li, pelita melambangkan penerangan menyambut tahun baru. Dalam tradisi Imlek tersirat nilai-nilai luhur yang bersifat universal, seperti hidup harus harmonis antar umat beragama dan tidak sombong.

“Kehidupan di dunia tidak kekal, karenanya kita harus melakukan berbagai bakti. Hormati orangtua atau yang dituakan, pupuk sifat cinta kasih sayang terhadap sesama dan tingkatkan kepedulian sosial. Selamat Tahun Baru Imlek, Gong Xi Fa Cai,” ungkap Tan Sun Li.
Acara Maha Puja akan dilanjutkan besok (Jumat, 31/1/2014) yang dimulai pukul 05.00-18.00 WIB dengan 4 agenda sembahyang.

Pada pukul 05.00 WIB digelar pembacaan Parita, pukul 07.00 WIB Liam Kheng, Pukul 10.00 WIB Sangkung serta pukul 18.00 WIB kembali dilakukan Parita. Sedangkan hari Sabtu (1/2/2014) kembali dilakukan Liam Kheng untuk penutupan pelita.

Bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, Imlek adalah saat refleksi bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak ras, suku, agama dan golongan, keturunan Tionghoa turut serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan bersama-sama membangun Negara Indonesia. (beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed