oleh

Salat Jumat, Kaca Mobil Kepala BNN Dipecah

rampok
RAMPOK : Mobil Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Jumat (10/1/2014) menjadi sasaran pelaku spesialis pemecah kaca mobil.

kupasbengkulu.com – Mobil Kijang merek Inova warna abu-abu bernopol BD 91 BN milik, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Kombes. Pol Djoko Marjatno, S,Ik, SH, Jumat (10/1/2014) sekitar pukul 12.21 WIB menjadi korban dugaan perampokan, dengan modus pecah kaca mobil.

Aksi tersebut, terjadi ketika korban tengah menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Iman, jalan Seruni Kelurahan Nusa Indah. Tepatnya, didepan perumahan Dinas Kementerian Keuangan.

Dalam aksinya pelaku berhasil membawa kabur satu unit Galaxi Note 10 inc merek Samsung yang berada di atas jok tengah mobil. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta rupiah.

”Pukul 12.01 WIB saya pergi menunaikan ibadah salat Jumat. Saat tiba di masjid, mobil diparkirkan sopir saya. Selesai menunaikan ibadah salat Jumat, sopir saya mengadu jika kaca mobil sebelah kanan dalam keadan pecah,” kata Djoko, Jumat (10/1/2014).

Data terhimpun, sebelumnya korban dari kantor BNN ingin menunaikan ibadah salat Jumat, di Masjid Al-Iman. Setibanya, di masjid korban langsung masuk ke dalam masjid. Sementara, Sopir korban memarkirkan mobil ditepi jalan depan masjid.

Setelah Sopir pribadi korban memastikan seluruh pintu mobil terkunci, begitu juga kaca mobil. Sopir korban pun langsung masuk ke masjid untuk menunaikan ibadah salat Jumat.

Setelah menunaikan ibadah salat, sopir korban langsung menuju mobil. Betapa kagetnya, sopir korban melihat kaca samping sebelah kanan sudah dalam keadaan pecah. Diduga kaca mobil korban dipecah oleh pelaku dengan menggunakan benda keras.

Saat itu, korban meletakkan satu unit Galaxi Note 10 inc merek Samsung diatas jok belakang. Sehingga pelaku dengan leluasa mengambil Galaxi Note 10 inc merek Samsung tersebut.

”Galaxi Note 10 inc merek Samsung saya letakkan di jok belakang. Isi Galaxi Note 10 inc merek Samsung itu tidak ada data-data yang begitu penting. Hanya undang-undang anti narkotika serta bahan-bahan sosialisai,” jelas Djoko.

Sementara itu Kapolres Kota Bengkulu, AKBP. Iksyanto Bagus Pramono melalui Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu AKP Amsaludin, S.Sos mengatakan, timnya segera menindaklanjuti kejadian dugaan perampokan pecah kaca mobil yang menimpa Kepala BNN.

”Tim iden sudah mengambil bekas sidik jari dari servihan kaca dan di pintu, dari data itulah bisa kita telusuri siapa pelakunya,” pungkas Amsaludin.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed