Home » POLITIK » Sosialisasi Pemilu pada Kaum Disabilitas Harus Dipraktekkan

Sosialisasi Pemilu pada Kaum Disabilitas Harus Dipraktekkan

by Yasrizal

Anggota KPU Kota Bengkulu Divisi Sosialisasi dan SDM, Sri Hartati, M.Pd sedang menjelaskan cara pencoblosan surat suara saat sosialisasi di SLBN Kota Bengkulu, Kamis (27/3/2014).

Anggota KPU Kota Bengkulu Divisi Sosialisasi dan SDM, Sri Hartati, M.Pd sedang menjelaskan cara pencoblosan surat suara saat sosialisasi di SLBN Kota Bengkulu, Kamis (27/3/2014).

kupasbengkulu.com – Para orangtua anak penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus menginginkan sosialisasi pemilu dilaksanakan secara praktek, bukan hanya teori. Hal tersebut disampaikan para orangtua sosialisasi yang dilaksanakan KPU Kota Bengkulu bekerjasama dengan RRI Bengkulu di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Bengkulu yang beralamat di Jalan Bukit Barisan Karabela, tadi pagi, Kamis (27/3/2014).

“Kami menyambut baik adanya sosialisasi ini, tapi alangkah baiknya sosialisasi ini langsung diperagakan, tidak hanya teori sehingga anak-anak kami lebih cepat memahami mekanisme pencoblosan. Karena anak-anak kami ini berkebutuhan khusus, jadi cara sosialisasinya sangat berbeda dengan calon pemilih pada umumnya,” ujar salah seorang orangtua penyandang disabilitas, Farizal.

Apalagi menurut Farizal mekanisme pencobosan pada pemilu kali ini lebih rumit dari pemilu sebelumnya. Apabila terjadi kesalahan mencoblos nama caleg, maka suara yang dihitung hanya untuk partai politik. Ia berpedadapat dengan dilakukannya peragaan langsung akan membuat penyandang disabilitas yang terdiri dari tunanetra (tidak dapat melihat), tuna rungu (tidak dapat mendengar), tunawicara (tidak dapat berbicara), tunadaksa (cacat tubuh), tunagrahita (lemah daya tangkap) serta tunaganda (penyandang lebih dari 1 kecacatan), lebih familiar dengan cara pencoblosan.

Hal senada juga diungkapkan orangtua lainnya, Sumiarti. Dikatakannya meski nanti saat pencoblosan penyandang disabilitas ditemani pendamping, namun mereka juga harus benar-benar memahami teknis untuk memberikan hak suaranya.

Menyikapi hal tersebut anggota KPU Kota Divisi Sosialisasi dan SDM, Sri Hartati, M.Pd mangatakan pihaknya akan mengkondisikan agar peragaan pencoblosan pada pemilih dengan disabilitas itu segera dilaksanakan.

Disisi lain, Kepala SLBN Kota, Dra. Mardiana mengungkapkan siswa yang mengikuti sosialisasi tersebut adalah siswa SLBN Kota tingkat SMA dan tingkat SMP yang telah memiliki hak pilih, karena telah berusia lebih dari 17 tahun, yang jumlahnya sebanyak 45 orang. (beb)

You may also like

Leave a Comment