Home » GAYA HIDUP » REMAJA » Tapak Paderi, Lokasi Surfing Terbaik Bagi Pemula

Tapak Paderi, Lokasi Surfing Terbaik Bagi Pemula

by Firdaus Eka

tapak paderi surf

kupasbengkulu.com – Tertarik untuk ikut olahraga surfing? Menggunakan papan selancar, mengarungi ombak-ombak kecil yang berkejaran? Ditambah lagi, pemandangan yang indah, perpaduan sejuknya biru laut, serta gagahnya Benteng Marlborough yang setia menyambut pengunjung Tapak Paderi setiap harinya.

Pantai Tapak Paderi memang menjadi pusat berlatih para pemula olahraga surfing. Bahkan ada beberapa komunitas Surfing yang sering berlatih di Tapak Paderi, yang juga tidak segan membagi ilmunya pada para pemula.

Tim kupasbengkulu.com pun diberi kesempatan untuk berlatih menggunakan selancar ini. Salah seorang penggiat olahraga air ini, Pian (25) pada kupasbengkulu.com mengungkapkan, hampir setiap hari akan ada yang berlatih surfing di Tapak Paderi.

“Kita yang sudah lama menggeluti surfing akan berbagi ilmu dengan para pemula. Sekalian, kami mencari bibit-bibit atlet surfing masa depan,” jelasnya.

Selain Pian, ada seorang lagi surfer senior, Boy (26) juga berada di Tapak Paderi, sore minggu (23/3). Boy mengaku, setiap sore ia akan datang ke Tapak Paderi untuk latihan Surf. Sayangnya, lanjutnya, ombak begitu kecil sore itu, sehingga para surfer senior tidak ikut turun.

“Kita menunggu pasang, saat itu ombak cukup besar dan menantang untuk meningkatkan skill surf kita,” ujar Boy.

tapak paderi surf 2

Boy menegaskan, ada beberapa alasan untuk menyatakan mengapa pantai Tapak Paderi selalu menjadi lokasi latihan surfing.

Pertama, ombak yang bersahabat, apalagi saat pasang surut, menyebabkan para pemula dapat dengan mudah berlatih di laut ini. Deburan ombak yang tidak ganas juga membuat anak kecil pun bisa berlatih di Tapak Paderi. Kemudian, tidak banyak batu-batuan dan karang laut di pantai Tapak Paderi.

Terakhir, suasana begitu bersahabat, serta sejuk. “Jadi kalau mau latihan surfing, datang saja ke Tapak paderi, lokasi ini kami rekomendasikan untuk para surfer pemula,” pungkasnya. (vai/brm)

You may also like

Leave a Comment