Home » HUKUM DAN PERISTIWA » Tengah Malam, SMAN Plus 7 Diserang OTD

Tengah Malam, SMAN Plus 7 Diserang OTD

by Firdaus Eka

IMG_3476

DISERANG : SMAN Plus 7 Jumat (17/1/2014) sekitar pukul 23.31 WIB diserang OTD. Tampak, kaca Pos Satpam yang pecah dilempari OTD.

kupasbengkulu.com – SMAN Plus 7 Jumat (17/1/2014) sekitar pukul 23.31 WIB kembali diserang Orang Tidak Dikenal (OTD) diduga dilakukan oleh pelajar tingkat SLTA Kota Bengkulu. Sebanyak 5 buah kaca di ruangan perpusatakaan dan kaca pos Satpam  pecah dilempari OTD dengan benda keras.

”Kejadiannya begitu cepat. Waktu itu saya sedang berpatroli malam. Tahu-tahu ada motor singgah. Mereka naik tembok dan langsung melempari kaca. Setelah itu langsung kabur,” kata Edi petugas keamanan jalan Jenggalu RT 7 Kelurahan Lingkar Barat, Sabtu (18/1/2014).

Data terhimpun, pemecahan kaca sekolah SMAN Plus 7 diketahui ketika ada 3 unit sepeda motor berhenti di depan rumah Sudarto warga setempat. Tanpa pikir panjang, OTD langsung turun dari sepeda motor dan menaiki tembok bagian belakang sekolah dan langsung memecahkan kaca.

Mendengar suara pecahan kaca, warga RT 7 pun langsung berhamburan keluar rumah untuk melihat kejadian tersebut. Tak pelak, warga pun mencoba mengejar OTD. Sayangnya, pelaku berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor.

Aksi pelaku bukan hanya dilakukan dibagian belakang lingkungan sekolah. Namun, penyerangan juga terjadi dibagian depan sekolah. Dengan memecahkan kaca pos Satpam. Akibatnya, 3 buah lobang pun bersarang di kaca Pos Satpam.

Melihat kondisi tersebut, warga setempat langsung menghubungi aparat kepolisian. Dalam hitungan menit aparat kepolisan setempat langsung tiba di lokasi.

”Sebelum kejadian ada 2 unit sepeda motor berhenti di depan rumah saya. Saat itu, saya belum curiga. Tapi, saat mendengar suara kaca pecah kami langsung memukuli tiang listrik dan warga pun langsung berhamburan keluar rumah. Tapi, pelakunya sudah kabur naik motor,” cerita Sudarto warga setempat.

Ia menambahkan, aksi nekat penyerang SMAN Plus 7 tersebut diduga dilakukan pelajar yang masih ada hubungan dengan penyerangan Jumat (17/1/2014) pagi. Selain itu, penyerangan tengah malam ini dilakukan secara serentak oleh pelajar dari dua arah, baik dari arah depan maupun belakang.

”Sepengetahuan saya orang yang menyerang kaca itu tadi mengenakan pakaian warna coklat dan orange. Dan dilihat dari pustur tubuhnya masih berstatus sebagai pelajar. Kalau yang menyerang dibagian belakang ada 3 orang. Tapi, kalau penyerangan bagian depan sekolah saya tidak tahu,” jelas Sudarto.(gie)

You may also like

Leave a Comment