Home » GAYA HIDUP » PEREMPUAN » Terus Berinovasi, Neli Perkenalkan Kue Khas Bengkulu Hingga Mancanegara

Terus Berinovasi, Neli Perkenalkan Kue Khas Bengkulu Hingga Mancanegara

by Firdaus Eka

Neliwati Dalimo

Neliwati Dalimo

kupasbengkulu.com – Neliwati Dalimo akrab dipanggil Ende terus memperkenalkan beraneka kue khas Bengkulu ke seluruh penjuru nusantara malah sampai ke negeri China, untuk mempertahankan keberadaan kuliner warisan nenek moyang yang mulai banyak dilupakan melalui merek “Ende”.

Wanita lulusan Tata Boga IKIP Makasar Sulawesi Selatan tersebut terus berinovasi agar kue produksinya dapat lebih diterima masyarakat. Meski begitu Ende tetap mempertahankan bahan dasar pembuatannya.

“Saya hanya mengubah teknik pembuatannya, agar kuenya bisa lebih lembut dan enak,” ujar Ende saat ditemui di outlet yang juga sekaligus menjadi tempat produksi di Jalan Kuala Lempuing No.3 RT 07/02 Kelurahan Lempuing kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.

Wanita separuh baya ini menceritakan, jika bisnisnya ini dibangun dengan modal Rp50 ribu dengan satu karyawan pada tahun 2003. Meski hasil produksi “Ende” pertamakalinya adalah Stik Bawang bukanlah kue khas Bengkulu, namun ini menjadi cikal bakal dirinya menekuni bisnis ini.

Bersama karyawannya Ende membuat Stik Bawang mulanya hanya 2-3 Kg dan dititip di Toko Pakaian milik salah seorang temannya. Karena Stik bawangnya laris, Ende semakin semangat berjualan stik bawang dan belum terpikirkan untuk membuat kue khas Bengkulu.

“Terpikirkan memproduksi kue khas Bengkulu waktu mau liburan ke Padang, bingung mau bawa oleh-oleh apa makanan khas dari sini, karena waktu itu masih sedikit yang jualan makanan khas Bengkulu yang bisa dijadikan oleh-oleh, saya melihat ini adalah peluang bisnis,” cerita ibu dua Putra tersebut.

Sejak saat itu Ende belajar membuat kue dari seorang teman bernama Eti yang telah duluan menekuni bisnis kuliner khas daerah yang sering disebut Bumi Gading Cempaka ini, yaitu kue Bay Tat dan anak Tat. Namun Ende kurang puas dengan hasilnya yang menurutnya keras, akhirnya Ende mengubah cara membuatnya dengan tidak terlalu banyak menguleni adonan menggunakan tangan tapi sendok. Untuk membentuk ende juga tidak menggunakan tangan tapi mencetaknya dengan alat khusus, dan hasilnya memuaskan kue buatannya tidak keras seperti Bay Tat biasanya.

Perihal kue Bay Tat buatan Ende yang lembut dan enak tersebut menyebar dari mulut ke mulut, alhasil permintaan dari hari ke hari semakin banyak. Karena permintaan semakin banyak, Ende yang awalnya memproduksi di dapur rumahnya terpaksa menyulap garasi menjadi ruang produksi dan Outlet.

Sejak saat itu Ende terus menambah jenis kue khas Bengkulu yang ia produksi, setelah Bay Tat, ia belajar membuat Perut Punai, Kue siput, Lempuk, Bledang Goreng, dan Manisan Terong.

Untuk memperkenalkan kue-kue tersebut, Ende rajin mengikuti pameran terutama di Jakarta. Alhasil produksi buatan Ende tidak hanya dijadikan oleh-oleh masyarakat jika keluar daerah, tapi mereka yang dari luar secara langsung memesan kue kepada wanita yang sebelumnya berprofesi ibu rumah tangga tersebut.

Saat ini setiap harinya Ende rata-rata memproduksi 40 Kg beraneka jenis makanan-makanan kecil. Omset setiap bulannya rata-rata Rp 30 Juta dan mampu menggaji sebanyak 11 orang karyawan Rp 9 juta setiap bulan.

Perut Punai Makanan Khas Bengkulu

Perut Punai Makanan Khas Bengkulu

Rata-rata karyawan Ende adalah kaum ibu-ibu yang telah bekerja sejak awal bisnis ini dibangun. delapan orang pekerja bertugas di bagian produksi, sementara tiga lainnya menangani pengemasan.

Salah seorang karyawan Ende, Sunarni atau yang akrab disapa Gadis mengaku telah bekerja bersama Ende sejak 2004, hampir sepuluh tahun. Ia mengaku betah bekerja disana, karena sang bos sangat baik. Hasil bekerja di Ende menurutnya telah mampu membantu perekenomian keluarganya.

“Rata-rata karyawan disini adalah orang-orang lama, lihat saja terutama dibagian produksi rata-rata ibu-ibu yang sudah berumur,” kata gadis.

Jika dulu Ende selalu turun langsung terutama dalam produksi pembuatan kue, tapi sekarang semua telah dikerjakan oleh karyawannya. Ende lebih banyak aktif di luar untuk mengikuti pameran atau menghadiri seminar baik sebagai pembicara maupun peserta diberbagai acara baik di Bengkulu maupun diluar provinsi.

Meski belum merasa puas sepenuhnya dengan semua pencapaiannya saat ini, tapi Ende merasa apa yang telah dia peroleh jauh dari harapannya saat memulai usaha kue khas Bengkulu. Harapannya satu, ingin kue-kue yang mulai ditinggalkan masyarakat tersebut dapat diterima kembali. Terbukti saat ini tidak hanya kalangan tua, generasi muda masih mengenal dan menggemari kue-kue jadul buatannya.

Untuk bahan baku kue Ende mengaku tidak kesulitan, karena bahan baku seperti tepung beras dan terigu mudah didapat di daerah ini. Hanya saja untuk bahan baku kemasan, Ende terpaksa membeli dari Bandung karena sulit untuk mendapatkan plastik dengan ketebalan yang diinginkannya di Bengkulu.

Produk Ende bisa ditemui satu-satunya outlet Ende di Jalan Lempuing Kota Bengkulu, dan dibeberapa toko yang menjual jajanan khas Bengkulu yang ada di daerah ini. Selain mendatangi langsung, anda juga dapat membeli via online dengan menghubungi langsung outlet, Ende siap mengirimkan pesanan anda langsung ke rumah.

Prestasi:

Produk andalan Ende sendiri yang banyak dicari konsumen seperti Perut Punai, Bay Tat dan Lempuk.

1. Perut Punai

Sekilas kita melihat kue ini mirip usus yang melingkar, makanya disebut Perut Punai. Terbuat dari tepung beras yang diadon bersama air panas mendidih, kemudian dibentuk memanjang kemudian melingkar sebesar tidak lebih berdiameter 1 cm, pas untuk sekali gigitan. Untuk rasa aslinya manis dan asin, setelah digoreng perut punai dicampur dengan karamel gula aren sehingga menghasilkan warna coklat yang cantik. Kuenya renyah dan asyik untuk dijadikan camilan saat bersantai. Untuk menambah variasi rasa, Perut Punai produksi Ende juga ada rasa ebi, buat yang suka rasa gurih ini adalah pilihan yang tepat karena renyah perut punai berbalut rasa ebi yang gurih membuat kita tidak ingin berhenti memakannya.
Perut Punai Ende dikemas dalam plastik mika tebal dan dijamin bisa tahan sampai 6 bulan lebih. Meski makanan ini dibuat dengan cara digoreng namun, tidak perlu khawatir karena produk telah melalui proses pres untuk mengambil sisa minyak, sehingga kita tidak akan menemukan sisa minyak dalam camilan tersebut. Perut Punai dijual dalam beberapa kemasan, mulai dari 2 ons sampai 1 Kg, dengan harga Rp 55.000/Kg.

2. Bay Tat

Bay Tat merupakan makanan asli masyarakat Bengkulu, yang wajib ada terutama pada saat lebaran. Berbentuk segiempat berukuran aneka ragam, biasanya 20 cm x 20cm, merupakan makanan sejenis roti namun bertekstur lebih padat jika dibandingkan roti-roti yang ada saat ini. Kue yang terbuat dari tepung terigu, margarin dan santan kelapa ini memiliki topping selai nanas. Untuk produk Ende, kita juga dapat menikmati Bay Tat dengan toping sirup Jeruk Kalamansi dan Keju. Selain ukuran besar, dan sering disebut Bay Tat, ada juga Anak Tat dengan ukuran lebih kecil berbentuk bulat berdiameter 2,5 cm. Bay tat maupun anak tat dikemas dalam kotak dengan berat 250 gram. Untuk Bay Tat 250 gram dijual dengan harga Rp 15.00o.

3. Lempuk Durian

Lempuk atau lebih dikenal dengan Dodol, terbuat dari 100 persen durian yang dimasak hingga mengental dan padat. Rasanya manis dari rasa asli durian, karena telah melalui proses pemasakan yang cukup lama, meski aroma durian masih ada namun tidak setajam durian segar. Lempuk Durian dikemas dalam wadah kotak yang sebelumnya telah dibungkus dengan plastik masing-masing seberat 250 gram. untuk yang tidak suka lempuk rasa original Kue Ende juga memberikan variasi rasa coklat, dimana lempuk dibentuk bulat kemudian dicelupkan ke coklat cair dan diberi toping kacang mede. Untuk Lempuk Durian biasanya dijual dengan harga Rp 80.000/kg.

KUE ENDE

Kue Ende adalah Usaha rumah tangga yang menghasilkan beraneka ragam kue makanan khas Bengkulu. Dimulai sejak tahun 2003 bermodalkan Rp50.000 dan dibantu 1 orang karyawan. Pemilik sekaligus pendiri usaha ini adalah Neliwati Dalimo, wanita asal PayahKumbuh lahir 16 April 1957, yang terus mengembangkan makanan jadul tersebut agar dapat diterima oleh lidah masyarakat saat ini. Kue Ende memiliki produk antara lain Perut Punai, Bay Tat, Lempuk Durian, Beledang Goreng, kue sipt, kacang kremes, kerupuk Raflesia, manisan terong, pilus wijen, keripik bawang dan Pilus Wijen.(she)

You may also like

Leave a Comment