Home » BENGKULU » Umbul-umbul 8 Tekad di Sekolah Dikritik Dewan

Umbul-umbul 8 Tekad di Sekolah Dikritik Dewan

by Firdaus Eka

Anggota Dewan Kota Bengkulu, Rabu (19/03/2014)  saat melakukan sidak di SMPN 24 Jalan Regional Terminal Air Sebakul Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Anggota Dewan Kota Bengkulu, Rabu (19/03/2014) saat melakukan sidak di SMPN 24 Jalan Regional Terminal Air Sebakul Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Setelah sebelumnya Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), mengimbau pihak sekolah untuk mengecat gedung sekolah dengan warna putih-biru dan memasang umbul-umbul 8 tekad, masing-masing sekolah kota pun melaksanakan instruksi tersebut.

Hal itu juga tampak di SMPN 24 di Jalan Regional Terminal Air Sebakul Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar. Meski kondisi sekolah terbilang memprihatinkan dengan minimnya segala fasilitas, namun dari bagian depan sekolah ini tampak begitu tertata. Dilihat dari pagar sekolah yang kokoh dengan cat biru-putih dan umbul-umbul 8 tekad terpasang disepanjang sisi pagar.

Dalam sidak Rabu (19/3/2014) pagi, dewan kota memberikan kritik pedas pada cat pagar dan umbul-umbul 8 tekad itu. Karena menurut dewan, sebaiknya sekolah memasang papan merek atau spanduk yang menyatakan sekolah tersebut mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

“Daripada Bapak memasang umbul-umbul 8 tekad lebih baik pasang papan merek yang menyatakan operasional sekolah ini didanai oleh dana BOS, seperti yang dipasang di sekolah lain. Kalau umbul-umbul 8 tekad itu tidak wajib dan ada unsur politisnya, padahal di tempat umum seperti rumah ibadah dan sekolah tidak boleh ada unsur politis,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kota, Suimi Fales, MH kepada Kepala SMPN 24, Suharto, S.Pd.

Suharto pun berjanji akan melaksanakan instruksi tersebut. Saat ini dengan jumlah 160 siswa SMPN 24 mendapat dana BOS sekitar Rp 96 juta per tahun.

“Dana BOS kami terima per triwulan yang jumlahnya senilai Rp 24 juta. Dana tersebut kami gunakan untuk operasional sekolah, terutama untuk fasilitas sekolah seperti perataan lapangan upacara. Kalau untuk tenaga honor disini jumlahnya sedikit karena kebanyakan guru maupun staf sudah PNS,” jelas Suharto. (beb)

You may also like

Leave a Comment