Home » Walikota dan Bengkulu Kini

Walikota dan Bengkulu Kini

by Firdaus Eka

Nugroho Tri Putra, Penerima Beasiswa S2 Dalam Negeri  Kementerian Kominfo RI 2013.

Penulis : Nugroho Tri Putra, Penerima Beasiswa S2 Dalam Negeri
Kementerian Kominfo RI 2013.

Tanggal 17 Maret 2014 Kota Bengkulu berusia 295 tahun, usia yang cukup tua jika dilihat dari sudut pandang historis. Dalam konteks kekinian, pandangan penulis, Kota Bengkulu terus berbenah untuk berkembang dan bangkit didalam berbagai sektor.  Dengan banyaknya dinamika yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat serta pemerintahan, sebagai masyarakat Bengkulu tentunya kita sama-sama berharap agar di usia 295 tahun ini, Kota Bengkulu tidak lagi menjadi bagian dari kota yang tertinggal, tetapi menjadi kota baru yang memberikan harapan-harapan baru kepada warganya baik kini dan nanti.

Lalu, apa yang harus kita perbuat untuk Kota Bengkulu kini dan nanti..? Ini menjadi penting untuk tidak hanya dipikirkan tetapi juga untuk diwujudkan, memajukan kota ini tentu tidak hanya peran pemerintah selaku eksekutif, tidak hanya peran legislatif dan yudikatif saja, tetapi juga peran masyarakat sebagai warga yang secara administratif bermukim di kota ini.

Dibutuhkan sinergisitas untuk menjadikan kota yang tercinta ini berkembang sesuai dengan harapan. Peran sinergisitas tersebut harus selalu dijalankan dan dipertahankan sedini mungkin. Namun, sejauh mana peran kebersamaan masyarakat dan pemerintah untuk memajukan kota ini?

Menurut penulis, kemajuan suatu daerah dapat terjadi ketika masyarakat mendukung program-program yang dijalankan pemerintah, pun sebaliknya, program-program yang dijalankan pemerintah haruslah program-program yang pro rakyat yang terencana, terukur dan memberikan dampak positif terhadap mayoritas masyarakat dalam segala strata sosial. Baik dari sisi perekonomian, maupun mental individu yang terus ingin berkembang dan bangkit menjalani kehidupannya.

Sejak dilantik Januari 2013 lalu, kepemimpinan Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan dan Wakil Walikota Patriana Sosialinda terlihat bekerja keras untuk memajukan Kota Bengkulu, kendati sempat diragukan oleh beberapa kalangan dan menuai banyak kritikan, terkait program Samisake (Satu Miliar Satu Kelurahan), Walikota H. Helmi Hasan tak gentar, nyatanya saat ini program tersebut telah digelontorkan dan mulai dirasakan oleh warga Kota Bengkulu yang berhak sebagai penerima manfaat dari Samisake.

Dalam perspektif ekonomi, program Samisake sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat marginal yang ada di kota Bengkulu. Salah satu yang menjadi tolak ukur Samisake ini bermanfaat adalah ketika para penerima manfaat mampu memanfaatkan bantuan Samisake untuk mensejahterakan kondisi kehidupan perekonomian mereka dari sebelumnya.

Tidak hanya program Samisake, di bulan ke 14 ini duet kepemimpinan Walikota H. Helmi Hasan dan Wakil Walikota Patriana Sosialinda tetap konsisten merangkum pembangunan lima tahun ke depan melalui 8 (delapan) tekad Bengkuluku, yakni: Bersih, Indah, Sejuk, Sehat, Aman, religius, kreatif, dan peduli. Dengan banyaknya program yang ditujukan untuk membangun Kota Bengkulu agar lebih baik, dalam beberapa program dan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu tentu tidak semua berjalan mulus.

Lihat saja program Walikota H. Helmi Hasan yang kontroversial seperti shalat berhadiah mobil dan umroh. Kendati sempat diserang dari seluruh penjuru mata angin, dan menjadi topik dan berita media massa nasional, Walikota H. Helmi Hasan tetap berkeyakinan bahwa dengan maksud memotivasi dengan hadiah, shalat dzuhur berjemaah di Masjid At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas, yang merupakan bagian dari program Bengkuluku religius dapat memberikan perubahan mental terhadap umat Islam di Kota Bengkulu untuk semakin kuat dalam menegakkan tiang agama.

Program yang banyak diasumsikan negatif ini tentunya tidak baik jika terus diasumsikan negatif oleh beberapa kalangan. Toh, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ketika diwawancarai media massa nasional menyatakan bahwa program shalat berhadiah di Kota Bengkulu sah-sah saja. (tribunnews.com 7 maret 2014). Begitu pula jika dilihat dari aturan perundang-undangan pemerintahan, tidak ada yang melarang suatu pemerintahan untuk melakukan program shalat berhadiah dengan maksud memotivasi masyarakat untuk memakmurkan masjid.

Bahkan ide brilian Walikota H. Helmi Hasan yang kembali menjadi sorotan media nasional adalah reward Rp. 100 Juta untuk warga Kota Bengkulu (Rp. 90 juta untuk 30 TPS yang mampu menekan angka golput, dan Rp. 10 Juta untuk petugas TPS) pada pemilu legislatif april mendatang. Reward yang ditujukan untuk menekan angka golput di kota ini merupakan strategi pemerintah kota Bengkulu untuk menghasilkan partisipasi masyarakat yang tinggi sebagai konstituen dalam pemilu legislatif 9 april mendatang. Menariknya lagi, walikota H. Helmi Hasan akan memberi  hadiah bantal dan guling untuk camat dan lurah yang warganya memiliki angka golput tinggi (kupasbengkulu.com 14 maret 2014). Menurut walikota, ini sebagai simbol  bagi lurah dan camat yang kerjanya hanya tidur, karena sukses pemilu juga tanggung jawab lurah dan camat.

Ini hanya sedikit contoh, dan dapat menjadi pelajaran penting, bahwa pembangunan di kota Bengkulu baik dari segi mental dan fisik, perlu adanya peran serta masyarakat untuk mendukung program pemerintah, meskipun jika program pemerintah diasumsikan negatif dalam perspektif yang berbeda. Bukankah kemajuan kota ini yang sama-sama kita idamkan? Bagaimana mungkin kota ini akan maju tanpa adanya kebersamaan masyarakat dan pemerintah. Rasanya akan menjadi penghambat jika hanya perseteruan tanpa solusi yang kerap terjadi dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Meskipun demikian, pemerintah juga wajib menerima saran dan kritikan, serta mengevaluasi berbagai program dan kebijakan, jika dirasa memberikan dampak negatif bagi mayoritas masyarakat.
Bersama itu lebih indah. Dirgahayu Kota Bengkulu ke 295!(**)

Penulis:
*Penerima Beasiswa S2 Dalam Negeri
Kementerian Kominfo RI 2013

Profil Penulis

Nugroho Tri Putra. Pria kelahiran Kota Bengkulu 13 Agustus 1987. Minat pada bidang jurnalistik dan psikologi. Pria low profile. Di tahun 2008 menyelesaikan studi D III Jurnalistik Universitas Bengkulu, dengan predikat lulusan terbaik. Ditahun 2009 mendapatkan kesempatan menjadi Abdi Negara di Kota Bengkulu. Pada akhir tahun 2012 menyelesaikan studi S1 Ilmu Komunikasi Unived Bengkulu. Dan saat ini mendapat kesempatan melanjutkan studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas (Unand) Padang, melalui program beasiswa S2 Dalam Negeri Kementerian Kominfo RI 2013.

Sempat berkarir sebagai jurnalis tv di tahun 2008. Saat ini bertugas di Humas Setda Kota Bengkulu. Pernah dipercaya sebagai redaktur press release di Humas Setda Kota Bengkulu (2010-2013). Redaktur news pada website resmi Pemerintah Kota Bengkulu (2012-2013).

Karena sedang TuBel (Tugas Belajar), sekarang fokus studi, kendati demikian dirinya mencoba untuk terus berkarya. Tulisan artikel opininya pernah dimuat beberapa Surat Kabar.

1. Artikel opini berjudul “Shalat Berhadiah, Motivasi dan Kontroversi” dimuat di Surat Kabar Harian SINGGALANG.  (Edisi 7 Maret 2014)

2. Artikel opini berjudul “PNSMail, Efektifkah?” dimuat di Surat Kabar Harian HALUAN  (Edisi 26 Februari 2014).

3. Artikel opini berjudul “Bung Karno dan Fatmawati Menanti HPN 2014” dimuat di Surat Kabar Harian RAKYAT BENGKULU. (Edisi 1 Februari 2014).

4. Artikel opini berjudul “Etika Humas Membangun Citra” dimuat di Surat Kabar Harian RAKYAT BENGKULU. (Edisi 22 November 2013).

5. Artikel opini berjudul “Kualitas SDM Pengaruhi Kinerja” dimuat di Surat Kabar Harian RAKYAT BENGKULU. (2009)

6. Artikel opini berjudul “Problema Ujian Nasional” dimuat di Surat Kabar Harian RAKYAT BENGKULU. (Edisi 30 April 2007).

Leave a Comment