oleh

Walikota Resmikan Masjid di Lokalisasi

Mesjid Lokalisasi (4)
POTONG : Walikota Bengkulu Senin (6/1/2014) meresmikan bangunan Masjid At Taubat di lokasi yang ‘Tahu’ RT 8 Kota Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan, SE, Senin (6/1/2014) meresmikan bangunan Masjid At Taubat di lokasi yang ‘Tahu’ RT 8 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Pembangunan masjid tersebut, bersumber dari dana APBD Kota Bengkulu dengan dana yang mencapai ratusan juta.

”Bangunan ini dari dana APBD Kota Bengkulu 2013, dan ini sesuai dengan permintaan warga RT 8 beberapa waktu lalu,” kata Helmi Hasan, Senin (6/1/2014).

Secara terpisah, Ketua RT 8 Kelurahan Sumber Jaya, Himawan mengatakan, jika pembangunan masjid tersebut merupakan janji walikota saat berkampanye beberapa waktu lalu.

‘’Waktu itu, Calon Walikota Bengkulu Helmi Hasan datang ke sini. Dan dari kunjungannya itu, jika dia terpilih dan duduk menjadi walikota akan membangun masjid di sini. Saat ini janji itu sudah dipenuhinya,’’ jelas Himawan.

Ia menceritakan, sebelumnya warga memiliki rencana untuk membangun PAUD di areal RT 8. Namun, rencana yang disampaikan tersebut di tolak oleh Walikota Helmi Hasan. Helmi menyarankan akan membangun masjid. Dengan usulan tersebut, warga menyambut baik rencana pembangunan sarana ibadah itu. Ia juga mengatakan, untuk lokasi pembangunan masjid sejak jauh-jauh hari sudah didatarkan oleh warga RT 8 seluas 30 meter persegi.

”Setidaknya warga RT 8 yang beragama muslim dapat beribadah setiap harinya begitu juga dengan kalangan dari nelayan,” jelas Himawan.

Ia mengaku, meskipun warga RT 8 dinilai sebagai tempat ‘negatif’ sebagaian warga Bengkulu. Bukan berati warga yang tinggal di RT 8 tersebut, tidak mengetahui ajaran agama. Buktinya, terang dia, anggota keluarganya yang berdomisili di RT 8. Tetap menjalankan ibadah setiap harinya. Tidak hanya itu, diri dan sang istri pun usai salat Magrib pun menyempatkan diri untuk membaca kitab suci Al-Quran.

‘’Kalau saya secara pribadi dan anggota keluarga saya. Jujur saja, kami tetap beribadah menurut ajaran agama islam. Begitu juga dengan warga lainnya. Setidaknya, kalau ada hari besar masjid itu dapat dimanfaatkan warga,’’ demikian Himawan.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed