oleh

2 Ekor Sapi Kelompok Tani Dicuri

kupasbengkulu.com- Baru beberapa bulan menerima bantuan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong, 2 dari 3 ekor sapi yang dipelihara oleh kelompok Tani Suka Maju Kecamatan Curup Timur, Jumat (03/01/2014), sekitar pukul 01.00 WIB lalu, hilang dicuri.

Pelaku yang diperkirakan lebih dari 2 itu berhasil membawa kabur sapi tersebut dengan cara merusak dinding kandang. Peristiwa ini menyebabkan Kelompok Tani Suka Maju mengalami kerugian hingga Rp 20 juta, dan kejadian ini baru dilaporkan ke Mapolres Rejang Lebong Minggu (5/01/2014).

Sesuai laporan, 3 ekor sapi Kelompok Tani itu diketahui berada di kandang sapi milik, Maryono S.Ag (44) warga Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Curup Timur. Maryono, sendiri ditunjuk untuk memelihara sapi itu selain memiliki kandang juga sebagai ketua Kelompok Tani Suka Maju.

Peristiwa pencurian ini terjadi diduga saat Muryono sedang tertidur lelap. Korban yang juga berprofesi sebagai pedagang keliling di beberapa pekan desa itu memang rutin bangun tidur sekitar pukul 03.00 WIB saat hendak berangkat berjualan.

Saat itu, korban diketahui berencana akan berangkat berjualan di Pekan Desa Bengko Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong. Seperti biasa, sebelum berangkat korban selalu memberi makan 3 ekor sapi yang berada di belakang rumahnya tersebut.

Korban terkejut saat hendak memberikan makanan ternak, dilihat 2 dari 3 ekor sapi yang sebelumnya berada di dalam kandang telah hilang. Saat diteliti, ternyata dinding kandang telah rusak, yang diduga menjadi jalan keluar saat pencuri melarikan 2 ekor sapi bantuan ini.

“Di dalam kandang itu ada 3 ekor sapi bantuan, rinciannya, 2 ekor sapi jenis Sapi Bali dan 1 sapi jenis Sapi Simental. Nah yang dicuri adalah 2 ekor sapi jenis Sapi Bali. Mungkin karena ukuran sapi yang lebih kecil ketimbang sapi jenis simental tersebut,” tutur Korban.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Edi Suroso SH melalui Kasat Reskrim, AKP Margopo SH membenarkan laporan itu.
“Petugas kita sudah mengecek ke TKP. Saat ini, laporan korban masih dipelajari oleh petugas,” ujar Margopo. (one)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed