oleh

34 Jepretan ‘Irama Hidup’ Dokter Gigi

Salah satu foto yang berjudul 'cuil dikit' karya fotografer Diana Gustinawati yang dipajang di pameran foto Taman Budaya, Kota Bengkulu.
Salah satu foto yang berjudul ‘cuil dikit’ karya fotografer Diana Gustinawati yang dipajang di pameran foto Taman Budaya, Kota Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Karya seni kali ini tergolong unik dan langka karena 34 foto dihasilkan seorang dokter gigi yang bertugas di RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Ada satu foto saya hasil setelah berjuang selama dua minggu. Judulnya Desa Nelayan Sore Itu yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,” kata drg. Diana Gustinawati kepada kupasbengkulu.com.

Selain itu, ada pula foto unggulan dokter gigi berjilbab ini yang berjudul cuil dikit, menggambarkan keakraban dua anak manusia.

“Pameran foto tunggal ini adalah mimpi saya yang kini menjadi kenyataan dan khusus saya persembahkan untuk tanah kelahiran tercinta,” kata dokter gigi yang aktif dalam kegiatan Gerakan Pramuka saat menempuh pendidikan SMP dan SMA di Kota Bengkulu puluhan tahun silam.

Judul foto Desa Nelayan Sore Itu.
Judul foto Desa Nelayan Sore Itu.

Masyarakat bisa menyaksikan puluhan jepretan ‘irama hidup’ karya drg. Diana di ruang pameran kedai proses Taman Budaya Padang Harapan Jalan Pembangunan Kota Bengkulu pada 15-22 Februari 2914, pukul 10.00-18.00 WIB.

“Objek karya foto saya yang dipamerkan antara lain olahraga, budaya, flora, fauna, kehidupan anak dan ibu rumah tangga,” demikian drg. Diana.(adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed