oleh

50 Ton Pupuk Subsidi Raib di Bengkulu Utara

Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Empat Kelompok Tani sawah di Desa Gunung Agung, Kecamatan Arga Makmur tahun 2015 ini terancam gagal tanam. Pasalnya, sebanyak 50 ton pupuk bersubsidi tidak dapat diperoleh oleh kelompok tani lantaran tidak seriusnya pemerintah daerah dalam mengatasi kebutuhan para petani. Hal itu dikatakan Kepala Desa Gunung Agung,Johan Efendi kepada kupasbengkulu.com,Kamis (12/03/2015).

(Baca juga: Menyusur Jejak Kelangkaan Pupuk Subsidi di Bengkulu)

“Saya menilai kesalahan besar terkait dengan persolan pupuk subsidi ada pada pihak pemerintah daerah. Dimana sebelumnya kebutuhan akan pupuk tidak ada permasalahan. Namun,tahun 2015 ini kecil kemungkinan petani akan mendapatkan pupuk tersebut,”tegas Johan.

Dijelaskannya,dengan luas areal sawah yang digarap oleh petani dalam 4 kelompok tani,jika dikalkulasikan dalam perhektarnya untuk satu kali panen berkisar 2,8 ton dengan harga kabah Rp 4500 dengan penghasilan Rp 12 juta.

Sementara,kebutuhan untuk pupuk itu sendiri tidak didapati oleh petani. Jika kebutuhan akan pupuk itu tidak dicari jalan keluar oleh pihak pemerintah daerah,tidak menutup kemungkinan petani merugi dan akan mengalih fungsi lahan sawahnya.

“Saat ini petani sedang menyemai bibit. Tinggal menunggu hitungan hari lagi untuk tanam. Tetapi apa yang harus ditanam,kalau pupuk tidak ada. Mengharapkan buah tanpa pupuk tidaklah mungkin. Padi tergantung dengan pupkuk,”ungkap kades.

Lebih jauh,ia mengatakan,genderang yang dibesarkan oleh pemerintah daerah dan provinsi bahwa areal persawahan di Desa Gunung Agung merupakan lokasi Pencanangan Perbaikan Irigasi Nasioanal dan dijadikan lumbung padi menuju swasembada beras. Kenyataan,hanyalah isapan jempol saja tidak sesuai kenyataan di lapangan.(jon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

20 − 6 =

News Feed