oleh

Ada Apa dengan ‘Mutasi Tertutup’ Pemkot?

awak medika dilarang masuk
Sejumlah awak media dilarang masuk oleh staf Humas Pemkot Bengkulu, Rabu (20/8/2014).

kupasbengkulu.com – Pencopotan Sekretaris Daerah Kota (Sesdakot) Bengkulu, Yadi, kepada Asisten II, Fachruddin Siregar, sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (20/8/2014) di Balai Kota Bengkulu. Awak media dilarang meliput.

(Baca juga : Sesdakot ‘Dicopot’, Kabag Humas : Ingin Memaksimalkan Pelayanan Publik)

Hal ini ditandai dengan, pintu masuk Balai Kota yang dijaga salah seorang staf Humas Setdakot Bengkulu, tidak memperbolehkan masuk. Larangan masuk tersebut, saat digelarnya ‘pencopotan’ Sesdakot Bengkulu.

”Tidak boleh masuk, kami menjalankan tugas,” kata salah satu staf Humas Pemkot yang berdiri di depan pintu ruangan Balai Kota saat menghalangi jurnalis kupasbengkulu.com, Rabu (20/8/2014).

Awak media diperbolehkan masuk, setelah pencopotan Sesdakot usai digelar. Pasalnya, masih dalam satu rangkaian, Walikota Bengkulu Helmi Hasan, memutasi pejabat Eselon II.

Informasi yang berkembang, mutasi terhadap Sesdakot sudah dilakukan sejak siang hari secara tertutup.

”Ini sepertinya miss communication. Tidak ada mutasi tertutup, media diperbolehkan masuk. Soal pelantikan Sesda saya kurang tahu apakah dilaksanakan setelah Magrib atau sebelum pelantikan ini,” elak Kabag Humas Setdakot Pemkot, Salahuddin Yahya.

Sementara, Walikota dan Wakil Walikota yang hadir dalam acara tersebut tidak bersedia dimintai keterangan. (val)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seventeen − twelve =

News Feed