oleh

Ahli Waris ‘Pagar Betis’ Lokasi SDN 62

pagar lagi
Ahli waris menjaga segel sekolah yang dipasang, Kamis (14/8/2014).

kupasbengkulu.com – Perwakilan ahli waris lahan di SD Negeri 62 Kota Bengkulu, Sadikin, pihaknya akan menjaga 24 jam atau ‘Pagar Betis’, untuk memastikan segel tak dibuka kembali.

(Baca juga : Enam Jam Dibuka, SDN 62 Kembali Disegel)

”Kalau yang tadi siang kebetulan kami lengah, sehingga berhasil dibongkar. Tapi, sekarang anggota kami akan menjaga 24 jam,” kata Sadikin, Kamis (14/8/2014).

Sekitar satu jam, pihak ahli waris menutup rapat gerbang sekolah dengan seng. Namun, mereka tampak sedikit kesulitan dikarenakan pagar besi sekolah yang biasa digunakan sebagai penopang seng, dibuka oleh para guru.

Di samping itu, pihak ahli waris juga menunjukkan bukti keabsahan lahan dari Badan Pertanahan Negara (BPN) yang menunjukkan bahwa lahan tersebut adalah benar milik mereka.

”Kami hanya menjaga hak kami. Lahan ini diakui negara melalui sertifikan yang dikeluarkan BPN. Ini bukan produk Pemkot, jadi tak usalah persoalkan sertifikat ini terus,” terang dia.

Tak hanya itu, pihak ahli waris juga menyayangkan sikap Pemkot yang dinilai arogan. Diungkapkannya, ahli waris bersedia membuka diri untuk beruding masalah harga lahan yang dinilai Pemkot terlalu tinggi.

”Harga yang Rp 5,6 miliar itu kan penawaran kami. Kalau kemahalan ya ditawar, apa pernah Pemkot mempertanyakan ini? Walikota saja sampai sekarang belum pernah turun ke lapangan. Kami juga sudah laporkan Satpol PP dan Pemkot terkait pembongkaran paksa ini ke Kejari dan Polda. Kami ingin bertemu langsung dengan Walikota, jangan diwakilkan lagi,” pungkas Sadikin.(val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 × 5 =

News Feed