Sabtu, Desember 10, 2022

Akademisi Sebut Pers “Kebablasan”

Baca selanjutnya

Drs H Soleman Yusuf MM
Drs H Soleman Yusuf MM

kupasbengkulu.com – Akademisi pers, Dra. Hernani Sirikit, MA, menyatakan bahwa banyak media saat ini yang telah kebablasan. Dengan alasan menjunjung hak kebebasan berbicara, sudah banyak para pewarta yang memanfaatkan ‘hak’ tersebut secara berlebihan, bahkan terkadang melanggar kode etik pers sendiri. Hernani menerangkan, kondisi perseteruan antara pers dengan pemerintah yang terjadi baru-baru ini juga merupakan dampak dari kebablasan tersebut.

Mantan wartawan RCTI, CNN, VOA dan Brunai Times ini juga mengingatkan bahwa seharusnya fungsi utama media sebagai Kontrol sosial (social control) yang harus menjadi visi utama sebuah media. (baca: Waspada Wartawan Bodrek, Muntaber dan Amplop)

“Jangan sampai, atas nama hak kebebasan berbicara, lalu seakan membuat kode etik yang baru,” terangnya.

Sependapat dengan Hernani, akademisi pers yang lain Drs H Soleman Yusuf MM juga menyayangkan tindakan para awak media yang terkadang melewati batas. Soleman menyebut, media terkadang melakukan penelitian, tindakan intelijen dan semacamnya yang melebihi kepolisian dan kejaksaan. Hasilnya, suatu media langsung melakukan pengadilan sendiri.

“Tentu yang terprovokasi adalah publik, dan pastinya para pembaca setianya,” jelas Soleman.

Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Radio republik Indonesia (RRI) Bengkulu ini dengan tegas menyatakan, bahwa sesama insan media juga seharusnya menjadi ‘kontrol’ bagi yang lain. Unsur-unsur pemberitaan jangan sampai kurang, tetapi bukan pula alasan menjadi berlebih. Bahkan, karena ‘kejar-kejaran’ antar media, terkadang keakuratan berita tersebut menjadi hal yang tidak penting.

“Padahal, sebagian besar pembaca bukan membutuhkan kecepatan berita saja, tetapi yang paling penting adalah keakuratan berita,” pungkas Soleman.(vai)

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Kupas News, Jakarta - Walaupun Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah disahkan DPR menjadi UU KUHP,  khusus untuk pelaksanaan kemerdekaan pers...

Komisi XI DPR RI dan BI Sosialisasikan Transaksi Digital QRIS di Rejang Lebong

Kupas News, Rejang Lebong –  Anggota Komisi XI DPR RI Susi Marleny Bachsin bersama Bank Indonesia (BI) kembali melakukan Sosialisasi dan Edukasi Quick Response...

Janda Miliki Anak Sakit di Kepahiang Terima Bantuan Bedah Rumah

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah program Baznas di Desa Kandang, Seberang Musi, Kepahiang, Rabu, 7 Desember 2022,...

Problem Solving Kepolisian Mediasi Dua Perempuan Terlibat Kasus Penganiayaan

Bhabinkamtibmas Polsek Taba Penanjung saat menggelar kegiatan problem solving kepolisian, Rabu, 7 Desember 2022, Foto: Dok Kupas News, Bengkulu Tengah - Mencoba melakukan mediasi sebagai...

Bea Cukai Musnahkan Barang Milik Negara Hasil Penindakan KPPBC TMP C Bengkulu

Kepala Bea Cukai Provinsi Bengkulu Ardhani Naryasti bersama perwakilan instansi terkait saat melakukan pemusnahan barang milik negara, di Kantor Bea Cukai provinsi Bengkulu, Kamis,...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru