oleh

Arti Sebuah Kemerdekaan, Sudah Merdekakah Kita?

-Tak Berkategori-3 views
Demon Fajrie
Demon Fajrie

Oleh : Demon Fajri

Bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya ke 69 tahun di tahun 2014 ini. Namun, sebagian rakyat Indonesia belum benar-benar merdeka dari kemiskinan. Nah, untuk di Provinsi Bengkulu. Apakah semua warga yang ada sudah merasakan kemerdekaan itu?.

Dari sini akan muncul, yang namanya dunia kapitalis yang menilai ‘Kekuatan, Kedigdayaan, Kehormatan dan Kemuliaan’ dari aspek materi ternyata telah menyentuh semua aspek kehidupan. Pengabdian, pengorbanan, keimanan, dan ketulusan yang menghiasi kehidupan orang-orang dibawah garis kemiskinan tercampak oleh kehidupan modern yang kapitalistik.

Materi telah jadi ukuran kesuksesan, kegemilangan masa depan dan kebahagiaan. Kriteria ‘Berilmu, Berakhlak dan Beriman’ dapat tersingkir oleh harta dan uang? Apa makna dari semua itu?

Idealisme tanpa uang, nonsense. Itulah motto hidup kapitalisme yang ada saat ini! Apakah semua sudah terjebak pada hedonisme dan materialisme yang picik?.

Apa artinya hukum dengan sedemikian banyak perkuatannya, jika moral pejabatnya rendah, berakhlak buruk, dan bermental pencuri, pembohong dan pemalas? Quid leges sine moribus (Roma).

Kesuksesan dalam menjalankan roda pemerintahan, merupakan konsekuensi dari paradigma pemerintah. Dalam arti berusaha menurunkan angka kemiskinan secara instan waktu singkat. Cara yang digunakan dengan jalan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan populis, seragam dan mengabaikan kearifan lokal, untuk mengurangi angka kemiskinan sekaligus menarik simpati masyarakat Aduuuhhhh.

Kebijakan ini hanya akan menurunkan kemiskinan secara semu!. Jika Program-program pemerintah berhenti, kelompok miskin akan kembali menjadi miskin.

Untuk angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu masih mencapai 17,51 persen dari jumlah penduduk di Bengkulu. Meskipun demikian, angka pengangguran mengalami penurunan dari 3,41 persen di tahun 2011 turun menjadi 2,14 persen pada tahun 2012. Dibalik itu semua, di Bumi Rafflesia ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat di tahun 2011 tumbuh 6,61 persen naik menjadi 6,40 persen di tahun 2012.

Dimasa kepemimpinan, Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah berbagai upaya terus digalakkan, dalam meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi ini ditunjukkan dengan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMB) tahun 2010 – 2015, yang telah menetapkan 8 prioritas pembangunan, serta indikator kinerja utama.

Indikator tersebut yakni, perekonomian rakyat dan iklim investasi, sumber daya manusia, kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan, revitalisasi pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur dasar, sumber daya alam, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pariwisata, kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi, serta pemerintahan, hukum dan ketertiban umum.

Namun, dari 8 prioritas tersebut dua prioritas capaian kinerja memerlukan kerja keras, seperti sumber daya manusia dan revitalisasi pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu, 8 prioritas yang digalakkan baru 5 prioritas yang tercapai. Mulai dari perekonomian rakyat dan iklim investasi, infrastruktur dasar, sumber daya alam, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pariwisata, kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi, pemerintahan, hukum dan ketertiban umum.

Semestinya,ini menjadi pemikiran kalangan generasi muda, untuk mengubah pola pikir jauh kedepan guna mencari solusi terbaik dalam mengentaskan kaum warga dibawah garis kemiskinan. Namun, pemikiran itu hanya ada 1 berbanding 1.000. Sebab saat prinsip ‘Loe – loo dan gue – gue’ masih ada dibenak generasi saat ini.

Angka kemiskinan dapat diatasi jika pemikiran itu muncul dari para pejabat yang tidak menganut kaum kapitalis yang menilai ‘Kekuatan, Kedigdayaan, Kehormatan dan Kemuliaan.

Penulis : Ketua Divisi Penyiaran dan Media Baru Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Bengkulu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

19 − 17 =