oleh

Aset Budaya di Lebong akan Didaftarkan ke BP3 Jambi

Rumah Adat, Desa Gunung Alam, Kabupaten Lebong.
Rumah Adat, Desa Gunung Alam, Kabupaten Lebong.

kupasbengkulu.com – Masih banyaknya situs-situs peninggalan sejarah di Kabupaten Lebong saat ini akan didata dan didaftarkan oleh pihak Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Perhubungan Kabupaten Lebong ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi yang lingkup wilayah kerjanya meliputi Jambi, Sumsel, Babel, dan Bengkulu. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Perhubungan Kabupaten Lebong, Drs Aswan, M.Si

“Berdasarkan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memetakan aset budaya Indonesia mulai tahun ini, maka kita akan mendaftarkan sejumlah aset budaya yang dimiliki Kabupaten Lebong saat ini, antara lain ratusan makam kuno di Desa Tambang Sawah, rumah adat di Gunung Alam, Ki Pandan, Ulau Du’es , Rumah Pangeran Ali Asar di Kota Donok dan masih banyak yang lainnya,” jelas Aswan.

Dikatakan Aswan, saat ini pihaknya sudah mendata beberapa situs peninggalan sejarah seperti rumah adat Pangeran Ali Asar di Kota Donok Kecamatan Lebong Selatan.

“Seperti rumah adat Pangeran Ali Asar tersebut kita lihat sangat layak untuk didaftarkan karena memiliki nilai sejarah dan sudah berdiri sejak abad ke-18. Pangeran Aryo Ali Asar merupakan pangeran Kutai Donok dari Marga Bermani Jurukalang. Selain itu, keturunan dan keluarga dari Pangeran Kota Donok itu antara lain mantan Gubernur Sumsel H M Husein 1957-1958, serta mantan Menteri PU M Hasan tahun 1953-1955. Selain itu yang sangat kita kagumi yakni bentuk asli rumah ini masih dipertahankan,” katanya.

Setelah semua peninggalan sejarah di Kabupaten Lebong ini didaftarkan ke BP3 tersebut, maka kedepan akan ada berbagai dana untuk rehab dan pelestarian benda-benda yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, serta kebudayaan ini.

“Jika sudah terdaftar nanti, untuk dana-dana yang kita peroleh dari BP3 itu dapat kita gunakan untuk perawatan peninggalan sejarah tersebut agar selalu tetap terawat,” demikian Aswan.(spi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seven + eight =

News Feed