oleh

Ayo,! Plesir ke Lebong Tandai

Tangga Menuju Pemakaman Keluarga Chow Yung untuk Boks Bagian III (2)
MONUMEN : Inilah anak tangga menuju Makam Chow Yung di Desa Lebong Tandai.

Ayo ‘blusukan’ merasakan nikmatnya dekat dengan alam dan masyarakat di desa! Salah satu lokasi yang belum begitu populer adalah Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Desa ini dapat menjadi salah satu ikon wisata di Provinsi Bengkulu, yang memang layak untuk dinikmati. Seperti apa obyek wisata di Lebong Tandai? Berikut laporannya.

kupasbengkulu.com. Lebong Tandai, Bengkulu Utara.

Untuk menuju lokasi Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Bengkulu Utara, dapat memilih melalui rute Kota Bengkulu – Kecamatan Napal Putih. Perjalanan dari Kota Bengkulu memakan waktu sekitar 4 jam untuk menuju Kecamatan Napal Putih. Penempuhan tersebut bisa menggunakan angkutan pribadi maupun kendaraan sewaan. Baik Kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Untuk menuju pusat Desa Lebong Tandai, pelancong mesti transit dengan menggunakan alat transfortasi tradisional ‘Molek’ di Desa Air Tenang atau Stasiun Air Tenang yang tak jauh dari pusat Kecamatan Napal Putih.

Setelah tiba di Air Tenang, perjalanan dimulai dengan menaiki ‘Molek’ untuk menuju Lebong Tandai. Keberangkatannya pun dijadwalkan pada pagi hari, sekitar pukul 07.01 WIB hingga 08.01 WIB. Biasanya, para ‘Masinis’ molek menunggu para penumpang hingga penuh.

Keindahan alam di Desa Batavia Kecil sangat menakjubkan. Di desa tersebut terdapat beberapa tempat wisata alam dan wisata sejarah. Batavia Kecil, demikian masyarakat ‘Pekal’ yang berada di Desa Lebong Tandai menyebutnya. Tak pelak, jika dikelola akan menjadi daya tarik tersendiri terlebih lagi sebagai sebagai ‘Wisata Andalan’.

Desa penghasil emas terbesar zaman dulu itu, terdapat obyek wisata dengan keindahan yang menajubkan. Seperti, Gudang Ampas Emas Peninggalan Belada. Peninggalan tersebut dijadikan sebagai pengelolaan emas oleh kolonial Belanda. Letaknya pun berada di tengah – tengah desa. Dengan kondisi bangunan masih terlihat kokoh, dan menjulang tinggi di tengah desa.

Tak puas rasanya, jika hanya beberapa obyek wisata yang dikunjungi di Desa Lebong Tandai. Pasalnya, desa penyumbang emas Tugu Monas Jakarta itu, juga banyak menyimpan peninggalan sejarah. Berupa, Pemakaman Cina di Sungai Landai. Terdapat puluhan kuburan yang saat ini masih tertata rapi. Pemakaman tersebut makam keluarga Chow Yung, yang terdapat 3 KM dari pusat desa atau sebelum memasuki pusat desa. Di areal tersebut, terlihat adanya batu nisan nama-nama keluarga Chow Yung yang sempat berada di Desa Lebong Tandai.

Sebelum menuju areal makam, letak Monumen makam pun tergolong tinggi. Hal ini ditandai dengan mesti melewati anak tangga sebanyak 378 buah dari pintu masuk makam. Disekitar areal monumen makam pun, terdapat bangunan kecil sebelah kanan berupa tempat sesajen. Sementara disebelah kirinya terdapat tempat duduk yang dibuat secara permanen.

‘’Samping sebelah kanan monumen makam itu tempat sesajen. Itu sengaja dibangun, jika ada keturunan Chow Yung yang ingin berziarah,’’ kata pemuda, Desa Lebong Tandai, Sumek.

Dari Batu nisan, diketahui jika Chow Yung, dilahirkan di Kwantung RRC, 1878. Dan wafat di Lebong Tandai tahun 1942. Kedatangan Chow Yung sendiri, untuk berniaga. Sejak kedatangan dirinya tersebut, Chow Yung memiliki 3 orang istri. Istri Pertama, Siti Ado. Dari perkawinan tersebut, Chow Yung memiliki satu orang anak, bernama Amal serta memiliki menantu bernama, Maria. Dari sana, juga Chow Yung memiliki Cucu, diberi nama Rahmah.

Istri kedua, yang dipersunting Chwo Yung, bernama Mulaina. Dari pernikahan dengan istri kedua, Chow Yung dikaruniai, satu orang anak yang diberi nama, Dore. Tak sampai disitu, Dore pun mempersunting perempuan pujaan hatinya, Emnu atau menantu dari Chow Yung. Perkawinan antara Dore dan Emnu pun menghasilkan satu orang buah hati, yang bernama Abna atau cucu dari Chow Yung.

Diketahui, jika Chow Yung semasa itu merupakan saudagar kaya yang memiliki banyak harta kekayaan. Sehingga dirinya, banyak mempersunting ‘Bunga Desa’. Buktinya, Chow Yung memiliki istri ketiga, Mao Kiu. Dari pernikahan tersebut, dirinya dikarunia seorang anak, bernama Chow Hung. Chow Hung pun mempersunting wanita idamannya, bernama Chow Lal. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikarunia 4 orang anak yang merupakan cucu dari Chow Yung.

‘’Ada puluhan kuburan orang cina disini (Lebong Tandai,red). Makam ini dipugar oleh keturanan Chow Yung, Irawan pada 22 Maret 2012 lalu. Makanya, sejak kini pemakamanan keluarga ini terus terawat dan terjaga, makanya terlihat selalu bersih,’’ jelas Sumek.

Penulis : Demon Fajrie, Kabupaten Bengkulu Utara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed