oleh

Banyak ‘Cabe-Cabean’, Polres Rejang Lebong Bakal Gelar Penyuluhan

Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Dista Nali
Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Dista Nali

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Istilah ‘Cabe-Cabean’ lazim digunakan pada zaman sekarang untuk menandai remaja yang salah satu ciri-cirinya gemar berbonceng tiga bahkan lebih.

Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Dista Nali, menyebut banyak remaja di daerah tersebut yang suka berbonceng tiga dan melawan arus. Selain itu, pelanggaran yang paling banyak dilakukan adalah tidak menggunakan helm.

“Beberapa di antara pelanggar ditemukan anak-anak yang masih berusia sekolah,” kata Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Dista Nali.

Terkait ditemukannya anak sekolah yang melakukan pelanggaran, Dista menyatakan pihaknya akan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Bila perlu, anak-anak tersebut tidak diperbolehkan membawa kendaraan roda dua maupun roda empat ke sekolah.

 “Gunakan angkutan umum saja ke sekolah,” tegasnya.

Dalam Operasi Patuh Nala yang dimulai sejak tanggal 14 sampai 29 Mei 2016 mendatang, hingga Selasa (24/05/2016) sebanyak 55 kendaraan roda dua, 106 lembar STNK, dan 21 lembar SIM yang ditahan akibat pelanggaran tersebut. Menariknya, ditemukan juga beberapa kendaraan plat merah yang mati pajak. Dista melanjutkan, hal itu akan menjadi sasaran pemeriksaan selanjutnya.

“Kendaraan bak terbuka yang mengangkut orang juga jadi target,” tambahnya.

Kendati demikian, Dista mengaku masyarakat di Rejang Lebong saat ini sudah mulai tertib. Walaupun masih ditemukan pelanggaran, sebagian besar masyarakat pada dasarnya mematuhi aturan lalu lintas.

“Sebelum dilakukan operasi selanjutnya, akan dibentangkan spanduk di pos kota agar masyarakat melengkapi kelengkapan kendaraannya. Karena, kelengkapan itu untuk keselamatan pengendara sendiri,” pungkas Dista. (vai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed