oleh

“Batu Perahu”, Buruan Baru Pelancong yang Hobi Selfie

Batu Perahu
Batu Perahu

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Tidak banyak yang tahu soal potensi wisata satu ini, bahkan warga di Desa Pematang Sapang, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, pun menganggapnya sebatas benda keras biasa yang terbentuk akibat proses alam.

Kepala Dinas Pendidikan Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) setempat, Nazarudin Tawakal, kepada kupasbengkulu.com mengatakan batu berbentuk perahu karam yang terdapat di Kecamatan Arma Jaya tersebut memang bukan sengaja dibentuk, semuanya terjadi murni secara alami.

“Batu itu unik. Masyarakat silakan untuk mengunjungi. Ada pelajaran dan wawasan dapat diambil,” kata Nazarudin.

Diungkapkan Jen (63) yang merupakan penduduk setempat, selama ini tidak ada legenda atau pun mitos yang tersebar di masyarakat terkait batu yang menyerupai perahu besar atau sering disebut warga “Batu Perahu”. Dia juga belum mendengar ada hasil penelitian sejarah atau pun semacamnya, yang menjelaskan keberadaan Batu Perahu apakah benar terbentuk dari alam atau bahkan ada cerita rakyat lainnya yang mengawali munculnya Batu Perahu.

“Tidak ada cerita rakyat atau pun hasil penelitian yang menjelaskan asal-usul Batu Perahu,” ungkap kakek 6 cucu ini.

Senada disampaikan, Reki (25). Kendati belum jelas asal-usulnya, namun Batu Perahu sudah memiliki keunikan tersendiri dan layak untuk diketahui masyarakat. Sayangnya belum ada keseriusan untuk mempromosikan Batu Perahu, baik itu dari pemerintah maupun pihak lainnya yang peka terhadap hal ini.

“Mungkin karena tidak ada hasil penelitian sejarah atau pun cerita turun-menurun dari nenek moyang, sehingga Batu Perahu kurang populer di masyarakat. Terlebih lokasinya berada di kebun kelapa sawit milik warga,” jelasnya

Bagi para pelancong yang ingin mengunjungi Batu Perahu, tidak cukup sulit untuk menemukannya. Dari pusat Kota Argamakmur hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit ke lokasi di Desa Pematang Sapang, Kecamatan Arma Jaya, mengendarai sepeda motor.

Setiba di jalan setapak yang menuju perkebunan sawit, hanya berjarak berkisar 200 meter. Pelancong dapat menemui Batu Perahu sepanjang 10 meter dengan tinggi 2,5 meter dan dapat menjadi destinasi wisata baru serta objek foto yang menarik. (jon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

18 + 4 =

News Feed