oleh

BBM Naik, Travel Kaur Berkurang

-Tak Berkategori-3 views

Kaur, kupasbengkulu.com – Akibat dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akhir-akhir ini, ternyata berdampak pada perekonomian sopir travel di Kabupaten Kaur. Pasalnya saat ini banyak sopir travel yang berhenti berprofesi sebagai sopir travel karena pemasungan tidak sebanding dengan pengeluaran travel tersebut.

Ujang salah satu sopir travel Kaur-Bengkulu mengungkapkan, perekonomian seorang sopir travel saat ini sangatlah lemah, selain kurangnya penumpang juga biaya perawatan mobil yang semakin mahal.

Hal ini semua berhubungan dengan kenaikan harga BBM. Dengan biaya yang semakin tinggi penumpang travel juga semakin lama semakin berkurang, karena untuk anak-anak muda saat ini mereka lebih memilih bepergian dengan menggunakan kendaraan bermotor yang jauh lebih irit dibanding ongkos travel. Serta dengan bermotor mereka lebih bebas untuk menikmati perjalanan.

“Memang saat ini pendapatan sopir travel sangatlah sedikit dibanding tahun-tahun lalu. Karena penumpang lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor, apalagi anak-anak mudanya. Dan akibat sulitnya persaingan travel yang banyak dan penumpangnya sedikit, maka beberapa sopir lainnya lebih memilih berhenti dan beralih profesi,” ungkap Ujang mengakui.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo Kaur Asmawi menuturkan jika pihaknya tidak bisa memastikan jumlah travel yang ada di Kabupaten Kaur saaĆ¾ ini, karena mereka tidak pernah terdaftar atau mendaftar sebagai tenaga angkutan. Namun pihaknya hanya mengetahui keberadaan beberapa Cv travel saja salah satunya CV Pesona Kaur Travel. Karena untuk izin angkutan umum tersebut kendaraan yang digunakan belum memenuhi syarat untuk plat kendaraan dikuningkan.

“Saat ini kita belum mengetahui secara pasti ada berapa banyak kendaraan travel di Kaur ini, karena mereka masih menggunakan plat kendaraan warna hitam atau pribadi yang dijadikan angkutan umum, secara syah belum resmi sebagai angkutan umum. Sedangkan untuk dijadikan plat kuning mereka tidak ada yang mau, karena masih banyak kendaraan travel ini yang belum memenuhi syarat untuk kendaraan umum. Dan bagi yang memang bisa diganti platnya dari hitam kekuning itu belum ada, dan untuk alasannya kita tidak mengetahui secara pasti,” tutur Asmawi.

Ditambahkannya, sejauh ini di Kabupaten Kaur belum ada travel yang menggunakan plat kendarungaan kuning atau resmi sebagai angkutan umum.(mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eighteen − six =