oleh

Bengkulu Darurat Pelanggaran Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi

Pernyataan sikapKota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ketua Dewan Pembina Cahaya Perempuan Women’s Crisis Center (WCC) Bengkulu, Zumratul Aini, mengatakan, jika Provinsi Bengkulu menjadi provinsi yang menduduki peringkat pertama tertinggi kasus inses. Selain itu, kata dia, di Bengkulu rangking keenam tertinggi dalam pernikahan usia anak, serta peringkat kelima tertinggi gugatan cerai.

Terkait hal tersebut, kata dia, Cahaya Perempuan WCC dan komponen masyarakat sipil lainnya menyatakan, jika Provinsi Bengkulu dalam posisi darurat pelanggaran hak kesehatan seksual dan reproduksi.

”Kondisi darurat ini menunjukkan adanya krisis sosio-ekonomi, budaya dan politik yang serius dalam sistem kehidupan masyarakat dan pemerintahan,” kata Zumratul, Senin (30/3/2015).

Ia menambahkan, jika hal tersebut tidak disikapi secara serius, tentunya Provinsi Bengkulu akan kehilangan sumber daya generasi muda yang berkualitas, serta tata sosial yang bermartabat. Oleh karena itu, lanjut Zumratul, Cahaya Perempuan WCC dan komponen masyarakat sipil lainnya menuntut, agar Pemerintah Provinsi (Pemrov) Bengkulu melakukan langkah-langkah strategis sesegera mungkin.

Mulai dari, berkomitmen melakukan penanganan dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan, secara khusus kekerasan seksual. Karena isu ini telah menjadi kesepakatan internasional dan nasional. Tidak hanya itu, tamabh dia, dari pemerintah melalui instansi terkait sesegera mungkin membangun mekanisme dan tindakan aksi pencegahan dan penyadaran kepada masyarakat.

”yang jelas, ada kebijakan dan komitmen anggaran untuk perlindungan dan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi, terutama untuk penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak,” pungkas Zumratul.(rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fifteen − seven =

News Feed