oleh

Bengkulu Provinsi Maritim dalam Tebar Cliche

Indah dan kayanya laut Bengkulu, laut ku.
Indah dan kayanya laut Bengkulu, laut ku.

Penulis: Benny Hakim Benardie
Pencanangan Bengkulu sebagai Provinsi Maritim sudah digaungkan Pemerintah Provinsi Bengkulu, meskipun implementasinya sudah jauh hari dilaksanakan oleh Pemerintah kota Bengkulu, dengan berbagai bantuan, termasuk kerambah di Pulau Tikus.

Para nelayan kota dan kabupatenpun sudah lama memberdayakan lautnya, dengan membuat rumpon di tengah laut, sejak puluhan tahun yang lalu. Pertanyaannya, apa yang akan diambil dari deklarasi provinsi maritim itu? Tahukah kita bahwa Thalu atau Talo di Kabupaten Seluma itu pernah jadi pusat industri kapal nusantara?

Provinsi Bengkulu luas wilayahnya mencapai ± 22.365,6 Km² dengan luas daratan ± 20.030,4 Km² dan luas perairan (laut) mencapai ± 2.335,2 Km², dengan panjang garis pantai mencapai ±525 km.

Seluruhnya terletak di bagian barat Provinsi Bengkulu. Provinsi Bengkulu memiliki pulau kecil seperti Pulau Enggano serta Pulau Tikus dan Pulau Mega yang tidak berpenghuni. Wilayah laut terluas di provinsi ini ada di daerah utara Bengkulu.

Disadari, mencintai kemaritiman berarti mencintai Provinsi Bengkulu ini cq negara NKRI. apalagi soal kemaritiman ini tertuang dalam UUD 1945, dimana manusia Indonesia melindungi dan memanfaatkan kemaritiman yang ada.

Kriteria
Mengadopsi pendapat parat ahli tentang Provinsi Maritim adalah provinsi yang berada dalam kawasan/teritorial laut yang sangat luas. Memiliki banyak pulau, dimana dalam lautnya banyak sumber kekayaan alam dan masyarakatnya bekerja diwilayah itu.

Kalau begitu luas laut Bengkulu tentunya masuk dalam katagori provinsi maritim. Soal konsep untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat, itu nanti dibicarakan, kalau rencana ini benar terwujud.

Provinsi Bengkulu yang utama adalah, harus menguasai kemaritimannya lebih dahulu Ini tentunya merupakan keharusan atau conditio sine qua non, dengan tekan mau melindungi dan memanfaakan laut dengan segala sumber kekayaan alam yang terkandung. Hayati maupun nir hayati. Bila tidak, inilah yang penulis maksud, “Bengkulu Provinisi Maritim dalam Tebar Cliche”.

Apalagi bila stakeholder yang ada tidak dan enggan memahami sifat laut atau air yang jauh berbeda dengan sifat darat. Laut tidak bisa dikuasai dan diduduki secara mutlak dan permanen. Namun prinsip pelaksanaannya dapat bisa berwujud pengendalian wilayah bagi kepentingan Provinsi Bengkulu. Dari sinilah Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai memaparkan visi misinya sebagai Provinsi Maritim.

Pemerintah Provinsi, kota dan kabupaten di Bengkulu sertidaknya mulai dari kini, mulai memberikan himbauwan, masukan kepada masyarakat tentang keperdulian dan pentingnya laut bagi kehidupan dan kesejahteraan.

Tentunya masyarakat di perkenalkan hakekat dan sifat laut, tentunya dalam kerangka menuju Bengkulu Provinsi Maritim, secara objektif dan ilmiah. Secara subjektif dan emosional yang khas. Mengingat kultur masyarakat Bengkulu berbeda dalam memandang arti laut, dengan wilayah maritim di provinsi lainnya.

Apalagi secara umum, Bangsa Indonesia mempunyai visi tentang laut, ” Bahwa sesungguhnya laut yang kita miliki yang begitu luas dengan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya itu, adalah karunia Tuhan yang patuiit disyukuri. Karenanya, maka kita haruis peduli laut dan selalu menjaga kelestariannya serta akan mengunakannya secara arif dan bijaksana bagi kesejahteraan bangsa, baik untuk masa sekarang, maupun masa yang akan datang”.

Jurnalis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed