oleh

Bengkulu Selatan Bakal Tanam Padi Organik

Jpeg
Bengkulu Selatan, Kupasbengkulu.com-Dinas Pertanian Bengkulu Selatan Tahun 2016, masih mencari kelompok tani yang mampu bertani dengan cara organik.  Terobosan ini baru pertama kali akan diteroboskan di Bengkulu Selatan.

Cara menanam padi organik mulanya dikembangkan pada awal Tahun 1983 di Negara Madagaskar. Kemudian pada Tahun 1994, sebuah lembaga swasta bertaraf internasional yang bergerak dibidang makanan dan Agri Kultur bernama CIIFAD, mulai mengebangkan cara menanam padi organik, hingga tersebar keseluruh dunia, termasuk Indonesia.

Cara organik ini  sangat beda dengan cara konvensial, tergantung  pengalaman kelompok tani. Syarat lahan yang cocok tanam organik harus ketinggian tanah 0-1500 diatas permukaan laut. Sinar matahari penuh sepanjang hari. Tanahnya harus berlumpur dan kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Keasaman tanah harus PH 5-7 derajat keasaman, dan dalam penanaman nanti, harus menggunakan pupuk alami.

syarat tersebut mungkin agak sulit dijalani kelompok tani di bengkulu selatan namun upaya harus dilakukan dan menjadi syarat ini atau khusus 1 kelompok tani harus 20 hektar lahan,dan lahan harus dipinggir air atau kalau lahan ditengah harus ada filter penyaringan air agar bahan kimia diair itu nanti tidak terindikasi bahan kimia syarat itu wajib dipenuhi agar mendapatkan bantuan dari dinas pertanian

Cara Alami
Kabid bahan dan pangan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Haroni menerangkan,  “Kesulitan kami adalah mencari satu kelompok tani dulu, untuk di uji coba. Namun agak sulit mencari karena kesanggupan untuk menggunakan cara alami,   yang mungkin sulit untuk dicerna oleh kelompok tani. Namun nanti akan kami berikan sosialisasi tentang cara penanaman dan perawatanya,” paparnya, Sabtu (23/04/2016).

Tidak hanya bibit,  namun seluruh perlengkapan pertanian akan kami bantu. Dari bibit, hentraktor, cangkul dan yang lainnya. Hasil padi nantinya akan kita uji lab di Padang. Karena disana sudah ada badan yang melegalisasi organik. Ditempat kita belum ada alat yang bisa mengecek organik atau tidak, dan nantinya akan diberikan sertifikat organik.

“Sekarang masih dalam penyusunan, mudah-mudahan bulan enam  ini sudak kita realisasikan ke kelompok tani untuk di budidayakan. Kami akan membuat MOU kesanggupan kelompok tani. Apakah mampu mengolah pertanian organik atau tidak,  kami masih mencari petani yang sanggup mengarap pertanian organik ini,” ungkap Haroni. (ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed