oleh

Bekas Warga Binaan Diajari ‘KKN’

binaan
Pengembangan kapasitas psikolog di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu, Rabu (3/9/2014).

kupasbengkulu.com – Sekitar 29 Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (BWBLP) dari Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara, diajari untuk ‘KKN’. Namun KKN yang dimaksud bukanlah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, seperti yang dikenal masyarakat, melainkan Komitmen, Kompetensi, dan Networking (KKN).

“Prinsip dasar berbangsa dan bernegara di era reformasi ini, tidak lagi dalam tatanan KKN yang menakutkan. Kalau semua aparatur mulai dari Presiden hingga ke bawah memiliki komitmen, kompetensi, dan networking, maka semuanya dapat berjalan dengan baik,” kata Direktur Rehabilitasi Tuna Sosial, Kementerian Sosial RI, Sonny W. Manalu, Rabu (3/9/2014).

Sonny menambahkan, komitmen merupakan sikap diri yang tertanam di dalam diri seseorang yang teguh, untuk mengupayakan sesuatu yang lebih baik. Dengan dibekali kompetensi atau ilmu pengetahuan, serta networking yang bersumber pada konsep kesetiakawanan sosial.

“Prinsipnya untuk mengubah dalam diri siapa pun harus ada janji hati. Networking dijalin berdasarkan kualitas, bukan karena kepentingan ‘bagi-bagi’,” tambah Sonny.

Selain itu, lanjut dia, ‘KKN’ ini dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi sosial BWBLP di tengah masyarakat, yang mana selama ini mereka mengalami disfungsi sosial saat masih menjadi warga binaan.

“Setelah selesai menjadi warga binaan, kita ingin mereka tidak lagi ‘dikotak-kotakkan’. Misalnya nanti mereka mempunyai usaha bengkel, maka jangan lagi kita sebut mereka eks narapidana. Mereka merupakan masyarakat sama dengan yang lain,” jelas Sonny.

Sonny menjelaskan, diri sendiri dan dukungan dari orang lain, seperti keluarga, teman, maupun pemerintah, memiliki peranan penting dalam mengembalikan psikologi BWBLP, untuk kembali membaur ke tengah masyarakat. Walaupun masyarakat menerima dirinya, namun dirinya sendiri tidak siap, memiliki ketakutan, bahkan rendah diri, maka akan sulit untuk mengembalikan psikologi dan fungsi sosial tersebut.

“BWBLP harus siap dengan dirinya sendiri, mereka harus bisa karena harkat dan martabat mereka sama di mata Tuhan,” tandas Sonny. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 − two =

News Feed