oleh

Beruang Masuk Perangkap Warga di Perkantoran Bupati Kaur

-Tak Berkategori
beruang terperangkap warga di Kabupaten Kaur
beruang terperangkap warga di Kabupaten Kaur

kupasbengkulu.com – Jojon (30) Warga Trans Bakal, Maje, Kaur, terkaget-kaget saat memasang jerat babi di kebun jagung miliknya yang terletak di Perkantoran Bupati, Padang Kempas, mendapatkan seekor beruang.

“Kejadiannya pukul 07.00 wib tadi Mbak, saya sangat terkejut melihat jerat babi menangkap binatang lain. Jujur saya tidak tahu itu apa, tapi saya sempat berfikir jangan-jangan ini beruang. Karena saya belum pernah melihat beruang itu wujudnya seperti apa,” tutur Jojon Rabu (9/7/2014).

Selanjutnya Jojon yang saat itu sangat ketakutan, berlari ke anjungan yang jaraknya tidak sampai 100 meter dari tempat beruang terjerat dimana ia bersama anak istrinya tinggal dan mengajak mereka untuk pergi meninggalkan kebun dan menumpang dirumah salah satu warga yang tidak terlalu jauh dari kebun tersebut.

“Tadi pagi kami mengungsi ditempat warga sini, saya cerita kalau jerat babi yang saya pasang menangkap seekor hewan yang mirip beruang, dan ia juga meyakini kalau yang saya ceritakan itu beruang. Kemudian ia memberitahu pihak kepolisian kalau ada warga menemukan beruang,” pungkas Jojon.

Dari laporan warga tersebut pihak dari kepolisian polres Kaur langsung terjun ke lokasi dan menghubungi Kepala Resort Kaur Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Kaur Simanjutak.

Kepala BKSDA Kaur Simanjutak mengatakan jika beruang tersebut merupakan beruang madu dan masih muda diperkirakan baru berumur enam bulan.

“Ini Beruang madu, diperkirakan baru berumur 6 bulan. Dan harus diserahkan kepada instansi yang berwenang,” ungkapnya.

Dari pantauan kupasbengkulu.com bersama tim polres Kaur dan BKSDA Kaur saat ini kondisi jerat beruang sangat kritis karena jerat hanya bergantung pada ujung sebatang kayu seukuran lengan orang dewasa dengan tinggi kurang lebih 3 meter yang sudak patah akibat berontakan beruang. Dan terlihat nyaris putus, sementara itu sang beruang masih terlihat kuat.

Simanjutak mengatakan sudah menghubungi BKSDA Provinsi Bengkulu Bengkulu dan dokter hewan, supaya bisa memberi solusi. Karena keadaan sangat kritis. Dan jika beruang itu lepas, maka akan membahayakan.

“Dengan keadaan seperti ini, tentunya kita berharapĀ  pihak terkait dari provinsi untuk cepat datang, dan itu sudah dihubungi. Semoga prosesnya tidak lama,” tutupnya. (mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *