Beranda HEADLINE BNN Menduga Brownies Ganja Berasal dari Bengkulu

BNN Menduga Brownies Ganja Berasal dari Bengkulu

0
pemusnahan ganja di Rejang Lebong/illustrasi
pemusnahan ganja di Rejang Lebong
pemusnahan ganja di Rejang Lebong

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengindikasikan kue brownies dicampur ganja yang saat ini sedang menghebobkan nasional akhir ini berasal dari Bengkulu. Pasalnya hasil dari investigasi, ganja yang menjadi bahan pembuatan kue brownies tersebut berasal dari daerah Bengkulu dan Jambi.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat Dedi fauzi El hakim, saat berada di Bengkulu Tengah (Benteng) dalam rangka pengukuhan satgas anti narkoba Benteng, Kamis (16/4/2015)

Dedi fauzi el Hakim menjelaskan dari penelusuran pihaknya, bahwa brownies ganja bukan berasal dari Aceh.

“Ada sindikat-sindikat yang dari pengembangan kita mengacu ke Provinsi Bengkulu dan Jambi, apalagi katanya, ada penemuan ladang ganja di Kabupaten Rejang lebong seluas 3 hektar, beberapa waktu yang lalu, yang bahkan sudah diindikasikan akan menjadi persemaian bibit ganja. Itu sudah direncanakan, ada penyandang dananya, sudah ada kesengajaan itu untuk dijual dan diedarkan, apa tandanya?, yakni ditemukannya ada persemaian,” jelasnya.

Menurut, Dedi fauzi el hakim,  bahwa brownis ganja memang merupakan modus baru peredaran ganja di tengah masyarakat agar tidak dicurigai dan menarik perhatian. Seperti di beberapa perguruan tinggi di Jakarta, ada pemesanan kue tersebut, ketika di cek keamanan, itu hanyalah kue dan kemudian diantarkan langsung kepada alamat pemesan, karena tidak dicurigai.

Ia menjelaskan, setelah berada dikalangan pelajar dan mahasiswa, kue tersebut menarik minat banyak orang, karena rasanya enak dan juga dijadikan modusnya seperti itu, setelah dibagi-bagikan, ternyata kue itu enak, tanpa kecurigaan banyak yang pesan, memperdaya dengan cara yang sedemikian rupa, sehingga enak di konsumsi dan tidak menimbulkan kecurigaan, Untuk diketahui, peredaran kue tersebut terungkap, setelah adanya korban seorang bocah SMP dilaporkan teler selama dua hari karena menyantap kue tersebut. Saat ini, BNN masih melakukan pengembangan pemasok ganja bisnis haram tersebut.(adk)