oleh

Bunga Terbesar Didunia, Ada di Kepahiang!

Bunga Rafflesia Mekar
MEKAR : Bunga Rafflesia di Hutan Lindung Bukit Daun register 5 Kabupaten Kepahiang, Sabtu (11/1/2014) tengah mekar sempurna.

Hari berlalu begitu cepat, tak terasa akhir pekan kembali datang. Hmm, rasanya itulah hari yang selalu ditunggu-tunggu kebanyakan orang. Bagaimana tidak? Di hari itulah, segala beban, kepenatan dan kejenuhan serta kegalauan, akan rutinitas pekerjaan dapat dilepaskan sejenak. Pilihan menghabiskan waktu yang hanya seminggu sekali itu pun beragam. Ada yang memilih beristirahat bersama keluarga di rumah. Ada juga yang berwisata ke luar kota. Tetapi, tim travelista malah punya pilihan lain. Tentunya menarik, murah meriah dan tak membuat kantong menjadi terkuras. Apa itu? Berikut laporannya.

kupasbengkulu.com, Kabupaten Kepahiang.

Sebelumnya wisatawan maupun pelancong sudah menyadari bahwa traveling dan adventure ternyata begitu menyenangkan. Mungkin sudah banyak yang tahu bila potensi wisata alam di kabupaten bermotto Alami (Asri Laksana Emas dan Intan) ini begitu beragam. Terlebih wisata alam penangkaran Bunga Bangkai spesies Amorphpophallus Titanium dan Padma raksasa (Rafflesia Arnoldii) yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia.

Mendengar Bunga Rafflesia tengah mekar sempurna, yang diperkirakan baru mekar sekitar 2 hari lalu di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun register 5, Kabupaten Kepahiang. Penasaran, Sabtu (11/1/2014) sekitar pukul 13.31 WIB, tim travelista media online kupasbengkulu.com menyempatkan diri menyambangi lokasi tersebut, untuk melihat secara langsung. Menuju lokasi, dari Kota Bengkulu berjarak 85 KM dengan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dengan melintasi jalan lintas Bengkulu-Kepahiang.

”Saya dengar informasi dari teman, jika bunga Rafflesia lagi mekar sempurna di Bukit Daun. Kalau mau kesana, ayo hari ini (Sabtu,11/1/2014) kita kesana melihat secara langsung. Mumpung masih mekar,” kata Methatias Ayu Moulina, yang menjadi guide tim travelista.

Sepanjang perjalanan yang kami temui berbagai bangunan kokoh sudah berdiri di sepanjang jalan lintas. Namun, saat tiba di kawasan hutan lindung Kabupaten Bengkulu hanya ditemui pepohonan rindang tumbuh tinggi menjulang ke atas langit, terlihat juga barisan warung warga yang berbaris, untuk menyambut kedatangan pengendara.

Jalan mulai menanjak. Hingga selang beberapa menit kemudian, kami tertegun dengan indahnya pemandangan hijau dari atas liku sembilan Kabupaten Bengkulu Tengah. Tim travelista pun berhenti sesaat di puncak tertinggi perbukitan itu. Dari atas, hamparan sawah terbentang, perbukitan yang mirip dengan ‘Singa Duduk’.  Selang beberapa menit perjalanan kemudian, tim mulai memasuki perbatasan antara Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dan Kabupaten Kepahiang.

Sebelum ke lokasi Bunga Rafflesia, tim travelista terlebih dahulu menyambangi lokasi Bunga Bangkai di KM 52 Kabupaten Kepahiang. Sebelum ke lokasi, tim pun menyinggahi warung sederhana milik, Holidi dari Lembaga Peduli Puspa Langka, Kepahiang.

”Ini warung Pak Holidin, jadi kalau mau ke sana (Lokasi Rafflesia,red) kita tanya dulu sama dia (Holidin,red). Ayo, berhenti disini saja,” ajak Metha.

Tim pun langsung memberhentikan laju mobil dan meninggalkannya di tepi jalan itu. Sesaat kemudian, tim tidak bertemu dengan Holidin. Melainkan, anggota keluarga Holidin, Burman yang juga anggota Lembaga Peduli Puspa Langka dan Lingkungan, Kepahiang. Ia pun langsung mengajak tim menapaki jalan setapak yang telah dibuat tangga secara manual. Selang beberapa menit kemudian, ia pun sembari tersenyum menghentikan langkahnya.

”Ini bunga bangkai nya. Tapi, belum mekar. Diperkirakan akan mekar 2 hari lagi,” jelas Holidin, saat bertemu di lokasi Bunga Bangkai.

Tak ingin menunggu lama, tim pun langsung mengabadikan Bunga Bangkai itu dengan berfoto bersama. Disela-sela itu, tim pun menanyakan, lokasi Bunga Rafflesia yang tengah mekar di Kawasan Hutan Lindung Bukit Daun dengan Burman.

”ooo, kalau mau ke lokasi Bunga Rafflesia. Kalian harus balik arah lagi ke Kota Bengkulu. Ya, kira-kira beberapa ratusan meter lagi lah dari sini. Letaknya, di register 5 Bukit Daun,” ungkap Burman.

”Lokasinya, tempat yang belum lama ini Bunga Rafflesia mekar ya, pak?,” tanya guide tim travelista, Metha.

Setelah mendapatkan kepastian lokasi Bunga Rafflesia, tim travelista, langsung beranjak menuju lokasi pemarkiran kendaraan yang terletak di tepi jalan lintas Bengkulu-Kepahiang.

Sebelum ke lokasi Bunga Rafflesia, guide kami Metha, kembali mengingatkan. Jika lokasi Bunga Rafflesia itu jalannya setapak dan jauh dari tepi jalan.

”Yakin mau ke sana?, jalan nya jauh, sekitar 350 meter dari tepi jalan. Lagian, jalannya juga susah becek pula.  Sebab tadi pagi (Sabtu,11/1/2014) sempat diguyur hujan,’’ ingat guide kepada kami.

Berulangkali dia katakan demikian. Berulangkali pula kami mengangguk. Kemudian, kami pun menerobos semak belukar. Saya tertegun, tapi tetap melangkah. Saking lebatnya semak, tak terasa jalan becek membuat telapak kaki kami jadi tebal dengan tanah kuning. Dengan sedikit meringis kami tetap mengayunkan langkah. Tiba di tepi tebing yang, hhm,,,lumayan curam, Metha memberitahu bila bunga itu ada di atas tebing itu.

Ia pun menjelaskan supaya bisa sampai kesana, harus menuruni tebing dan menyebrangi aliran sungai yang cukup deras. Dengan mengandalkan akar pepohonan sebagai pengganti tali. Aduh, kami merasa seperti melakoni film ‘The Adventures of Tarzan’.

”Dimana lokasinya, Met. Masih jauh ya?, Waduh, kita harus lewat anak sungai ini?. Bisa basah sepatu saya ini. Kenapa tidak bilang dari pertama kalau kita akan melintas anak sungai,” tanya seseorang anggota tim travelista, Mansyah.

”Tidak, jauh lagi. Diatas sana!. Kita harus melewati aliran anak sungai itu dulu, baru tiba di lokasi Bunga Rafflesia,” jawab Metha, meyakinkan.

Kami kembali tertegun. Soalnya, di depan sudah berdiri ada aliran anak sungai sepanjang sekitar 50 meter yang harus dilintasi untuk menuju lokasi bunga. Buru-buru, kami melangkahkan kaki melintas anak sungai, airnya yang jernih, dingin. Ingin sekali rasanya, mandi saat itu.Namun, tujuan kami bukan itu, tapi Bunga Rafflesia.

Pelan tapi pasti, langkah pun terhenti ketika bunga berwarna merah yang mengeluarkan bau sedikit menyengat itu ada di depan mata. Adapun ciri-ciri bunga itu, mempunyai lima daun mahkota, mulut gentong, didasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung.

Tidak hanya itu, hewan penyerbuk seperti lalat yang tertarik dengan bau busuk juga terdapat di Bunga Rafflesia saat itu. Diperkirakan, Bunga Rafflesia itu berdiameter 85 cm dan tinggi sekitar 20 cm.

Tak ingin kehilangan moment, kami pun mengabadikan bunga itu yang sedang mekar. Sayang, Posisi untuk mendokumentasikan bunga itu cukup sulit. Sebab, posisi bunga berada di atas tebing yang tidak begitu banyak tempat bergelayut. Tak lama kemudian, awan kelam pun ‘menggelayut’ di Hutan Lindung pertanda hujan ingin turun.

”Buruan ambil dokumentasinya. Sebab, hari sudah mau hujan,” desak Mansyah salah satu tim travelista.

Air liur belum kering, tetesan air hujan pun mulai membasahi hutan lindung. Seketika itu, tim langsung bergegas kembali ke pangkalan dimana memarkirkan kendaraan di tepi jalan lintas. Beruntung, saat tiba pakaian yang kami kenakan belum begitu basah.

Perjalanan menuju lokasi Bunga Rafflesia sangat mengesankan. Selain unik, perjalanan menuju kesana bagaikan petualangan menyisiri kekayaan milik daerah Kabupaten Kepahiang. Bagi anda yang mengaku pecinta alam, rasanya belum lengkap pengalaman anda, bila belum sampai ke lokasi Bunga Rafflesia di Hutan Lindung, Bukit Daun register 5 Kabupaten Kepahiang.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed