oleh

Bupati Bersemangat, Pawai Pembangunan Meriah dari Tahun Lalu

Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi (kacamata hitam) saat menyaksikan aksi teatrikal dari murid SMA Negeri 1 Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara dalam pawai pembangunan Seni (18/08/2014).
Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi (kacamata hitam) saat menyaksikan aksi teatrikal dari murid SMA Negeri 1 Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara dalam pawai pembangunan Seni (18/08/2014).

kupasbengkubulu.com – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-69 begitu terasa di Kota Arga Makmur (Arma), Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (18/08/2014). Kemeriahan terlihat dari ribuan peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan pawai pembangunan.

Suksesnya kegiatan pawai pembangunan ini tidak terlepas dari semangat yang ditunjukkan oleh Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi. Bahkan saking bersemangatnya sesekali bupati meneriakkan merdeka kepada para peserta pawai pembangunan.

Pantauan kupasbengkulu.com, selain kemeriahan yang tampak, juga adanya pertunjukan aksi teatrikal yang disajikan para murid SMA Negeri I Arga Makmur. Dalam pertunjukannya, para siswa menunjukkan kekejakam para penjajah terhadap masyarakat yang tidak mau menyetor hasil petani.

Tak mau ketinggalan atraksi komunitas motor CB, motor vespa, kendaraan hias yang ditampilkan oleh dinas, kantor dan badan, menghiasi jalan dua jalur di kota tersebut.

Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi dan Ketua DPRD Bengkulu Utara Buyung Satria, serta unsur FKPD lainnya saat menyaksikan langsung kemeriahan pawai pembangunan.
Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi dan Ketua DPRD Bengkulu Utara Buyung Satria, serta unsur FKPD lainnya saat menyaksikan langsung kemeriahan pawai pembangunan.

Diakui Imron, peringatan HUT RI ke-69 ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Keinginan masyarakat sudah semakin tinggi untuk menghargai para pejuang yang sudah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Disamping itu, kata dia, pemerintah daerah memang jauh hari telah mengkonsep acara dengan baik.

“Jangan kita tanyakan kepada negara apa yang akan diberikan. Tetapi tanyakan dahulu apa yang sudah diberikan kepada negara. Artinya, semua orang bisa melakukan itu berdasarkan kemampuan pada diri masing-masing,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kegiatan semacam ini tidak saja dipusatkan di ibukota kabupaten saja. Akan tetapi di setiap kecamatan juga digelar kegiatan serupa. Masing-masing kecamatan memiliki keberagaman pertunjukkan untuk ditampilkan.

“Sekarang ini sudah selayaknya masyarakat untuk bangkit dengan menunjukkan jadi diri sebagai warga negara yang mampu untuk bersaing dengan negara lain. Tunjukkan bakti serta cinta tanah air dengan memberikan keahlian di bidang masing-masing,” ujarnya.(jon/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × 3 =

News Feed