oleh

Bupati Lebong Upayakan Jalan untuk Desa Terisolir

Warga Desa Sungai Lisai yang sehari-hari harus menyebrangi sungai karena sulitnya akses jalan dan jembatan
Warga Desa Sungai Lisai yang sehari-hari harus menyeberangi sungai, karena sulitnya akses jalan dan jembatan.

Lebong, Kupasbengkulu.com – Bupati Lebong, Rosjonsyah, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan jalur evakuasi kawasan Desa Sungai Lisai yang berada di perbatasan Kabupaten Lebong dengan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

Pasalnya, hingga saat ini kondisi desa tersebut sangat memprihatinkan. Tidak ada akses yang dapat dilewati kendaraan roda empat. Untuk keluar masuk desa tersebut membutuhkan waktu empat hingga lima jam berjalan kaki.

“Sungai Lisai saat ini sudah masuk kawasan Lebong, yang sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Hanya saja desa tersebut terisolir dan berada di tengah-tengah TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat). Kita sudah minta untuk ada jalur evakuasi,” ungkap Rosjonsyah.

Di sisi lain, sejumlah pihak menolak adanya pembangunan jalan menuju Desa Sungai Lisai. Pihak yang menolak beranggapan, apabila ada pembangunan jalan, maka dikhawatirkan akan merusak kawasan TNKS. Namun apabila tidak juga dibangun jalan, maka masyarakat desa tersebut akan terus-menerus dalam kondisi terisolir. Apalagi jika terjadi sesuatu yang buruk dengan masyarakat, misalnya sakit keras, mereka akan kesulitan mendapat pertolongan akibat sulitnya keluar dari desa tersebut.

“Kita prihatin, berharap ada jalan di sana. Jalan yang direncanakan juga tidak terlalu besar, sehingga tidak membahayakan TNKS. Sehingga apabila terjadi apa-apa dengan warga desa, mereka bisa cepat keluar. Namun pihak pemerintah pusat saat ini masih mempelajari terlebih dahulu permintaan kita ini,” tandas Rosjonsyah. (cr5)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed