Jalan Hampa

“Kita sedang menuju jalan pulang”, kata-kata yang selalu diucapkan Isan acap kali bertemu denganku di musolah, satu-satunya tempat peribadatan yang memang tak

Pasar Bengkulu Kenangan yang Terhempas

Cerpen: Benny Hakim Benardie Seorang pria setengah baya tampak berjalan berlahan memasuk perkampungan Pasar Bengkulu. Sesekali dia berhenti, dihirupnya udara khas pesisir.

Benkoelen Dalam Cerita Poyangku

Cerpen Sejarah: Benny Hakim Benardie  Pagi sabtu itu  bulan Desember 1893. Cuaca  tampaknya mulai mendung. Tapi itu tak dihiraukan  oleh para penunggang 

Lamunan di Ujung Karang

Cerpen:  Benny Hakim Benardie Fajar ini, hilang riuh candaan ala anak muda Melayu Bengkulu. Tak tampak lagi  bujang gadis hingga anak-anak yang

Kenangan di Ujung Malam

Cerpen: Benny Hakim Benardie Tak ada kata yang dapat aku terucapkan di ujung malam ini.  Angin senai-senai terus  bertiup tak henti. Seakan

Fitnah dan Jail

Cerpen: Benny Hakim BenardieLolos moderasi pada: 13 September 2018 Dinginnya malam usai hujan rintik-rintik serasa menusuk tulang. Tak satu katapun yang dapat

Cerpen : Wartawan Dalam Lamunan

“Kusangka aur (Buluh/Bambu) dipinggir Tebing.  Kiranya tebu dipinggir bibir. Kusangka jujur pancaran bathin. Rupanya palsu penghias  Zhahir”.  Syair Melayu   Ayunan  boyan-boyan

Raun Mendung ke Pulau Enggano

Laju Ojek berhenti  di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu kota. Persis setengah jam sebelum adzan Magrib  berkumandang  dari geladak Kapal Ferry KMP Pulo

Rasa Cintaku Ibarat Virus Corona

Saat ini bulan April 2020, seiring virus corona gencar-gencarnya mengintai dan menghatam tubuh dan psikis masyarakat. Akupun cemas. Terkadang berhalusinasi tidak karuan.

Malam Pembantaian Thomas Parr 1807 (Part 2)

Siapa Pelakunya “Pribumi tak berprikemanuasiaan, kejam dan sadis”. Itulah yang dikatakan  para orang-orang Inggris saat kabar pembantaian Thomas Parr meluas cepat seantero

Malam Pembantaian Thomas Parr 1807 (Tamat)

Peran  Orang Dalam Tahun  kepemimpinan Residen Thomas Parr dianggap melakukan penghinaan. Thomas Parr  sempat membuat dendam pribumi, saat mengeluarkan kebijakan memaksa penanaman

Widuri di Taman Nusa Indah

Mendung di senja  Senayan, 17 Mei 2021 kian membuat gundah gulana hatiku. Sudah beberapa hari ini, tampaknya mendung masih membalut langit Kota

Sriharti di Negeri Bukan Perawan

Hembusan angin senai-senai saat mentari menyengat Negeri Bengkulu,  sudah tak terasa nikmatnya lagi.  Rasa takut,  kuatir dan lelah jiwa mempupuskan asa masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.