oleh

CJH Perempuan Diberi Obat Penunda Menstruasi

Novita
Tim Kesehatan Haji Embarkasi Antara Bengkulu Novita

kupasbengkulu.com – Calon Jamaah Haji (CJH) perempuan yang masih mengalami menstruasi harus menggunakan obat penunda menstruasi. Pasalnya, jika terjadi menstruasi saat beribadah di Tanah Suci, maka ibadah yang sedang dijalani seperti salat, menyentuh dan membaca kitab suci Al-Quran, tawaf dan lainnya batal.

Untuk CJH Bengkulu, perjalanan haji selama 40 hari, meliputi 9 hari di Madinah, 5 hari di Armina dan 25 hari di Mekkah. Dalam rentang waktu tersebut, perempuan yang organ reproduksinya masih aktif akan mengalami menstruasi.

Tim Kesehatan Haji Embarkasi Antara Bengkulu Novita mengatakan, pengaturan menstruasi tersebut menjadi tanggungjawab tim dokter ahli kebidanan dan kandungan. Konsultasi mengenai penggunaan obat penunda menstruasi setidaknya tiga bulan sebelum berangkat haji.

“Disini kami memberikan layanan kesehatan dan memastikan jamaah yang masih menstruasi telah diberi obat penunda menstruasi. Pemberian obat itu dilakukan bidan atau ahli kandungan yang biasanya dikoordinor Dinas Kesehatan setempat,” jelas Novita.

Penundaan menstruasi dapat menggunakan hormon. Seperti pil KB, pil Progesteron, suntik KB atau suntik Hormon GnRH. Namun, penundaan menstruasi yang paling mudah dengan memberikan pil progestogen (Primolut N) maupun pil KB. Pemberian obat hormonal dengan dosis tepat akan mendapatkan hasil yang baik.

Menstruasi akan datang 2-3 hari setelah penghentian pemakaian progestogen. Pil progestogen maupun pil KB dilarang untuk penderita kanker payudara, migrain, depresi kejiwaan, penyakit hati berat, kencing manis yang disertai komplikasi, perdarahan dari kemaluan yang belum jelas penyebabnya, riwayat penyakit kuning selama kehamilan, riwayat stroke, riwayat penyakit jantung koroner, serta riwayat tromboemboli.(beb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × two =

News Feed