oleh

Daerah Maritim, Bengkulu Diminta Genjot Pendidikan Kelautan

Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

kupasbengkulu.com – Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah maritim di Indonesia, dengan panjang garis pantai sekitar 525 kilometer. Hanya saja disayangkan dengan potensi sedemikian luar biasa ini, masyarakat Bengkulu sendiri tampak tidak begitu tertarik untuk memperdalam ilmu kelautan.

Berdasarkan diskusi IORA Outreach Program: Keketuaan Indonesia di IORA 2015-2017 yang diselenggarakan di Bengkulu, diketahui bahwa untuk peminatan terhadap program studi (prodi) kelautan di Universitas Bengkulu (UNIB) sendiri, prodi kelautan ini oleh sebagian besar mahasiswa bukan diambil berdasarkan pilihan pertama, namun hanya sebagai pilihan kedua bahkan ketiga.

“Ini tantangan kita di sektor pendidikan. Kita harus menunjukkan bahwa ilmu kelautan ini adalah sesuatu yang menarik. Sayang lho, laboratorium kelautan kita seluruh Indonesia, kiri kanan kita laut, tapi bangsa kita sendiri tidak bisa mengelolanya,” ujar Duta Besar Salman Al Farisi, selaku Pelaksana Tugas Kepala BPPK Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (24/03/2016).

Menanggapi hal tersebut, Rektor UNIB, Ridwan Nurazi, mengatakan pihaknya telah berupaya untuk mempromosikan jurusan kelautan ini kepada masyarakat, hanya saja hingga sekarang diakui jurusan kesehatan dan keguruan masih menjadi ‘primadona’.

“Kita terus berupaya meyakinkan bahwa ilmu kelautan ini sangat potensial dan menjanjikan di masa yang akan datang. Kita berharap dari SMK Kelautan juga menjadi sumber mahasiswa kelautan ini, di samping kita mengharapkan yang masuk ke prodi ini adalah orang-orang yang memang memiliki keinginan dan kesadaran dari diri sendiri, seperti yang berasal dari keluarga nelayan. Karena kalau mereka sudah punya jiwa di sana (kelautan), akan beda atmosfernya nanti karena sudah biasa dengan kehidupan laut dan pantai,” terangnya.

Rektor menambahkan saat ini UNIB di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pengajar, berada di urutan sepuluh besar secara nasional. UNIB dengan visi menjadi World Class University, membuatnya harus mampu bersaing dan membuat langkah besar.

“UNIB sekarang di posisi 2.900-an se dunia, artinya upaya yang dilakukan harus lebih ekstra untuk ranking 100 besar dunia. Oleh karena itu kita harus punya keunikan. Kalau kita bersaing bebas saja akan sulit. Keunikan kita, di depan kita ada laut di belakang kita hutan, ini yang akan kita kembangkan. Kita berkomitmen menjadikan prodi kelautan menjadi jurusan, baru kemudian menjadi Fakultas Kelautan. Kita akan kembangkan potensi alam yang kita miliki di sini,” demikian Ridwan. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed