oleh

Dampak Emisi CO2, Suhu Udara di 5 Provinsi Meningkat

Koordinator Divisi Administrasi Umum, Dewan Nasional Perubahan Iklim, Murni Titi Resdiana sedang memberikan pemaparan.
Koordinator Divisi Administrasi Umum, Dewan Nasional Perubahan Iklim, Murni Titi Resdiana sedang memberikan pemaparan.

kupasbengkulu.com – Koordinator Divisi Administrasi Umum, Dewan Nasional Perubahan Iklim, Murni Titi Resdiana mengatakan, dalam 5 tahun terakhir Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) melakukan kajian iklim dan proyeksi perubahan iklim di 5 provinsi yang terpilih menjadi pilot project untuk Vulnerability Assessment.

Hasilnya, kata dia, berdasarkan data historis pada 5 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Kepulauan Riau, menunjukkan adanya tren peningkatan suhu udara dan perubahan pola curah hujan sebagai indikator perubahan iklim.

”Hasil proyeksi dengan pemodelan proyeksi iklim menunjukkan adanya peningkatan suhu udara, dan perubahan pola curah hujan di masa depan yang bervariasi antar wilayah,” kata Murni, saat Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Kedutaan Besar Norwegia disalah satu Hotel Berbintang di Kota Bengkulu, Selasa (25/2/2014).

Perubahan iklim yang terjadi saat ini, tambah Murni, diprediksikan akan terus berlangsung sampai abad-abad mendatang, dengan magnitude perubahan yang semakin besar sebagai dampak pelepasan emisi CO2 dan gas rumah kaca lain ke atmosfer saat ini.

”Peningkatan suhu permukaan global di akhir abad 21 diproyeksikan akan mencapai 1.5 0C. Peningkatan suhu akan terus terjadi bahkan setelah tahun 2100,” tambah dia.

Perubahan iklim, jelas Murni, merupakan fakta dan perlu aksi bersama semua lapisan masyarakat di tingkat lokal. Sebab, biaya akibat dampak perubahan iklim akan semakin besar jika tidak dilakukan upaya apapun. Sehingga hal tersebut, mesti medapatkan dukungan kajian berbasis sains dibutuhkan di dalam mengembangkan solusi adaptasi dan mitigasi.

”Ini perlunya peningkatan kapasitas baik pengetahuan dan infrastruktur di daerah resiko bencana iklim. Perlu juga pengembangan kegiatan ekonomi yang menurunkan emisi dan meningkatkan perekonomian. Dan tidak terlepas dari dukungan jurnalis untuk menyebarkan permasalahan dan solusi perubahan iklim,” demikian Murni.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed