oleh

Demi Anak Didik Guru Rela Melawan Lumpur

Kaur, kupasbengkulu.com – Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, ini adalah kata-kata yang tepat pada guru di sekolah SMPN 03 Satu Atap Maje dan SD 01 Maje Kecamatan Maje yang terletak di Desa Kedataran Kabupaten Kaur.

Jarak tempuh sekolah ini dari jalan raya lintas barat yakni sekitar 5 kilometer, yang kondisi jalan tidak asing lagi bagi mereka para guru dan penduduk sekitarnya yakni berlumpur dan berlobang. Parahnya lagi jika hujan jalanan ini seperti kubangan kerbau.

Namun, meskipun demikian panggilan profesi seorang guru untuk menjadi pendidik yang profesional tetap dijalani oleh guru-guru yang berasal dari luar desa untuk masuk ke desa tempat dimana mereka memberikan ilmu kepada anak didik mereka, supaya menjadi anak bangsa yang berguna bagi negara dan membanggakan orang tua. Tujuan ini tidak masalah bagi guru-guru tersebut, meskipun setiap hari harus melewati jalanan yang penuh dengan lumpur dan debu.

“Ini adalah profesi, bukan hobi, tapi keinginan profesi lebih kuat untuk memanggil kami kesini, dengan ikhlas dan penuh harapan supaya kelak anak-anak ini menjadi orang yang berguna, kami harus berkorban meskipun harus bergumul dengan debu dan lumpur setiap harinya untuk menuju kesini. Kami sangat senang, karena meskipun cuaca hujan anak-anak tetap sekolah, dan kamipun tetap mengajar walaupun terkadang telat sampai kesini karena terkendala jalan dan bahkan tidak jarang kita terjatuh saat mengendarai motor dijalan tersebut karena licin,” ungkap Lilnan Sahidi, yang merupakan Kepala Sekolah SMP Satu Atap sekaligus guru di sekolah tersebut, Senin (16/03/2015).

Lilnan menjelaskan, di SMPN 03 Satu Atap terdapat 48 siswa terdiri dari kelas VII: 13, kelas VIII: 17 dan kelas IX: 18 dengan tenaga pendidik 8 PNS termasuk Kepsek dan 3 honorer. Sedangkan untuk murid SD 01 Maje terdiri dari 51 murid dari kelas I hingga kelas VI dengan tenaga pendidik 3 PNS dan 5 honorer.

Anak-anak didua sekolah ini mempunyai kegiatan berbeda dari sekolah-sekeolah lainnya, untuk meningkatkan budaya seni terutama kesenian daerah Kabupaten Kaur, dewan guru sepakat untuk memberikan pelajaran kesenian untuk murid didua sekolah ini dengan jadwal satu minggu satu kali belajar yakni setiap hari Jumat.

“Ya kita ada pelajaran kesenian daerah Kaur yakni setiap hari Jum’at. Untuk hari jumat itu tidak ada pelajaran lain, dan hanya pelajaran kesenian daerah. Murid SD dan SMP semuanya belajar kesenian tanpa terkecuali. Dalam pembelajaran ini kita memberikan pelajaran tari-tarian dan segala macam tarian adat kaur,” papar Lilnan.(mty)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

18 − eleven =

News Feed