oleh

Diduga Depresi, Ibu Muda Tewas Gantung Diri

Ilustrasi (Gambar: Istimewa)
Ilustrasi (Gambar: Istimewa)

kupasbengkulu.com – Ai (20) Ibu muda asal Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko, Senin (10/2/2014), sekitar pukul 10.31 WIB tewas gantung diri di rumahnya. Diduga korban nekat mengakhiri nyawa lantaran depresi. Korban tewas, dengan keadaan lidah yang menjulur keluar, di bagian anus mengeluarkan kotoran dan luka lecet di bagian leher.

”Korban meninggal diduga setelah mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri menggunakan tali kambing yang diikat di balok bagian ruang keluarga rumah korban,” kata Dandim 0423/Bengkulu Utara, Letkol. Inf. Taruna Jaya, SH melalui Danramil 0423-02 Ipuh, Kapten Inf. Eddy Prayitno didampingi Bintara Tata Usaha Urusan Dalam (BATUUD) 0423-02 Ipuh, Aipda Ulfa, Senin (10/2/2014).

Data terhimpun, korban dan sang suami Solihin (25) baru dikarunia seorang anak yang saat ini baru berusia sekitar sebulan. Dalam perjalanan korban dan sang suami tidak pernah ribut dalam menjalankan bahtera rumah tangga dengan hidup seadanya.

Senin (10/2), Solihin (25) sekitar pukul 08.01 WIB  berpamitan dengan korban (Ai) untuk berangkat ke Kecamatan Ipuh guna menyelesaikan pembayaran kredit sepeda motor miliknya. Setelah, memastikan pembayaran selesai, Solihin pun langsung pulang ke rumahnya di Desa Lubuk Bento.

Setibanya di rumah, Solihin kaget menemukan istrinya sudah tergantung di tali ayunan anaknya di ruang keluarga rumahnya. Melihat kondisi tersebut, Solihin langsung meminta pertolongan tetangga. Tak lama kemudian, anggota Polsek Pondok Suguh langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menurunkan korban yang sudah tergantung.

Ulfa mengatakan, saat ini korban sudah disemayamkan di rumah duka. Sementara, untuk anak korban yang berusia sebulan dirawat oleh mertua Ai.

Sayangnya, hingga saat ini suami korban belum bisa dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. Pasalnya, suami korban masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.

”Dugaan sementara korban tewas karena depresi,” imbuhnya.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed