oleh

Diduga Masuk dalam Rekening Pribadi, Staf Walikota Diperiksa Jaksa

Staf Walikota
Staf Walikota Bengkulu penuhi panggilan Kejari, Rabu (20/8/2014).

kupasbengkulu.com – Kasus dugaan penyelewenagan dana Bantuan Sosial (Bansos) Kota Bengkulu, tahun 2013 yang dianggarkan dengan dana sekitar Rp 9 Miliar terus bergulir. Jika sebelumnya, Walikota Bengkulu, Helmi Hasan dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaaan Negeri (Kejari) Bengkulu. Kali ini, giliran staf nomor wahid di Kota Bengkulu dimintai keterangan, terkait dana Bansos.

Dengan menggunakan pakaian kemeja warna putih berlengan pendek, staf walikota atas nama, Adrianto Himawan memenuhi panggilan Kejari Bengkulu. Kedatangan dirinya tersebut sekitar pukul 08.03 WIB.

”Ini pemanggilan pertama kali staf Walikota Bengkulu di Kejari, pemanggilan itu untuk dimintai keterangan terkait dana Bansos. Selain itu, staf walikota ini merupakan saksi ke 20 yang kita mintai keterangan,” kata Kasi Pidsus, Kejari Bengkulu, Ujang Suryana, Rabu (20/8/2014).

Dijelaskan Ujang, dari hasil penyelidikan Penyidik Kejari Bengkulu, Andrianto dimintai keterangan, lantaran diduga terlibat dalam penyelewengan dana, yang mana dana tersebut diduga masuk kedalam rekeningnya.

”Indikasi untuk dimintai keterangan, ia (Staf Walikota,red) diduga terlibat dalam dana Bansos 2013 lalu, yang mana dana yang disalurkan diduga masuk ke rekening miliknya,” jelas Ujang.

Disinggung masalah, apakah Staf Walikota bakal ditetapkan tersangka dalam kasus dana Bansos? Ujang menegaskan, dari Kejari Bengkulu belum bisa memberikan penjelasan atas hal tersebut. Sebab, kata dia, hal tersebut masih diperlukan beberapa penyelidikan, yang harus diselelsaikan oleh penyidik Kejari Bengkulu.

”Kemungkinan kita akan pemanggilan kembali dia (Staf Walikota,red),” demikian Ujang.

Hingga berita ini dionlinekan, pemeriksaan terhadap Staf Walikota masih terus berlangsung di Kejari Bengkulu.(dex)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seventeen − 12 =

News Feed